Banyumas, cminews.co.id – Dua pekerja gali sumur diduga menghirup gas beracun saat menggali sumur, satu pemerja ditemukan tercebur dalam sumur dan meninggal dunia (MD).

Informasi adanya kondisi membahayakan manusia tersebut diterima Kantor SAR Cilacap melalui Unit Siaga SAR (USS) Banyumas, Minggu (01/11).

Kronologi kejadian seperti disampaikan Kepala USS Banyumas, Amin Riyanto, bahwa kedua korban sedang menggali sumur dengan kedalaman lebih kurang 7 meter.

“Keduanya sedang menggali sumur di Desa Banjarparakan Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas dengan kedalaman lebih kurang 7 meter. Korban diketahui atas nama Muksimin (40) sudah berada di dasar terlebih dahulu, kemudian rekan korban atas nama Samsi Riyanto turun, namun baru sekitar 2 meter dia merasa lemas dan kembali naik ke permukaan”, ujarnya, Minggu (01/11).

Selanjutnya, kata Kepala USS Banyumas, korban selamat kemudian melapor kepada warga setempat, selanjutnya pihak Desa menghubungi Damkar dan meneruskan ke USS Banyumas untuk meminta bantuan pelaksanaan operasi pertolongan (operasi SAR).

Proses evakuasi terhadap penggali sumur yang diduga menghirup gas beracun dan tewas tercebur ke dalam sumur. (Humas SAR Cilacap).

“Kejadiannya sekira pukul 13:00 WIB saat kedua korban menggali sumur, dan USS Banyumas menerima informasi dari Damkar pukul 13:20 WIB. Satu tim rescue USS Banyumas dikirimkan menuju lokasi sekira pukul 13:25 WIB”, imbuhnya.

Tim SAR gabungan tiba di lokasi pukul 14:08 dan langsung berkoordinasi dengan stakeholder setempat.

“Pukul 14:30 WIB, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban Muksimin dalam keadaan MD dan langsung dibawa ke Puskesmas Rawalo guna penanganan lebih lanjut”, jelasnya.

Dengan keberhasilan tim SAR gabungan mengevaluasi korban, maka operasi pertolongan SAR dinyatakan ditutup. “Operasi SAR dinyatakan ditutup setelah korban berhasil dievakuasi. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan kepada kesatuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih”, pungkasnya.

Satu dari dua pekerja penggali sumur tewas diduga menghirup gas beracun saat melakukan pekerjaan menggali sumur di Desa Banjarparakan Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas. (*)