JAKARTA – Puluhan warga yang tergabung dalam kelompok Warga Jakarta Bersatu menggelar demonstrasi di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk meminta kepastian mengenai janji kampanye Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terkait pembebasan biaya masuk kawasan wisata Ancol dan Taman Margasatwa Ragunan.

Berdasarkan laporan yang diterima, sekitar 50 peserta aksi mulai memadati kawasan Balai Kota pada pukul 09.50 WIB. Mereka datang dengan membawa sejumlah atribut demonstrasi, mulai dari spanduk, poster, bendera Merah Putih, hingga pengeras suara untuk menyuarakan tuntutan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Berbagai tulisan bernada kritik terlihat pada poster yang dibawa demonstran. Beberapa di antaranya berbunyi, “Pantai Ancol untuk Semua”, “Gratis Akses Masuk Pantai Ancol”, dan “Pak Gubernur Masuk Ancol Aja Gratis, Kok Warga Harus Bayar?”

Melalui pesan-pesan tersebut, massa menyuarakan harapan agar masyarakat Jakarta dapat menikmati fasilitas rekreasi publik tanpa terbebani biaya tiket masuk yang dinilai perlu dibuat lebih terjangkau.

Desak Pramono Anung Wujudkan Janji Kampanye

Dalam keterangan persnya, Warga Jakarta Bersatu menyatakan bahwa janji yang disampaikan saat kampanye bukan sekadar pernyataan politik, melainkan komitmen yang harus dijelaskan dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Kelompok tersebut mendesak Pemprov DKI Jakarta memberikan informasi secara transparan mengenai perkembangan rencana penggratisan tiket masuk Ancol dan Ragunan.

Mereka juga mempertanyakan tahapan pembahasan kebijakan, skema penerapan, serta target waktu pelaksanaan program yang sebelumnya dijanjikan kepada warga Jakarta.

Menurut kelompok tersebut, Ancol dan Ragunan merupakan dua kawasan wisata yang memiliki peran penting sebagai sarana hiburan, rekreasi keluarga, sekaligus edukasi bagi masyarakat.

Karena itu, mereka berharap pemerintah segera menghadirkan kebijakan yang memungkinkan seluruh kalangan masyarakat memperoleh akses rekreasi secara lebih mudah dan terjangkau.

Massa menilai kepastian dari pemerintah diperlukan agar warga tidak terus menantikan pelaksanaan janji kampanye tanpa mengetahui perkembangan maupun jadwal realisasinya.

Sampaikan Lima Tuntutan kepada Pemprov DKI Jakarta

Dalam demonstrasi tersebut, Warga Jakarta Bersatu mengajukan lima tuntutan yang ditujukan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pertama, mendesak Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merealisasikan komitmen kampanyenya mengenai pembebasan biaya masuk Ancol dan Ragunan bagi masyarakat Jakarta.

Kedua, meminta pemerintah daerah menyampaikan keterangan resmi secara terbuka mengenai perkembangan kebijakan, mekanisme penerapan, serta waktu pelaksanaannya.

Ketiga, mendorong Pemprov DKI menyusun langkah nyata untuk mewujudkan program tiket masuk gratis melalui aturan yang terukur, transparan, dan memiliki dasar pertanggungjawaban yang jelas.

Keempat, meminta pemerintah melibatkan unsur masyarakat dalam proses perumusan kebijakan sehingga kebutuhan dan aspirasi warga dapat menjadi pertimbangan utama.

Kelima, menuntut keterbukaan informasi sekaligus kepastian jadwal penerapan program agar publik dapat mengawasi perkembangan pelaksanaan janji kampanye tersebut.

Kelima tuntutan itu disampaikan sebagai bentuk dorongan agar pemerintah segera mengambil langkah konkret, bukan hanya memberikan pernyataan tanpa kepastian pelaksanaan.

Berikan Waktu Satu Minggu untuk Menjawab Tuntutan

Selain menyampaikan lima tuntutan, Warga Jakarta Bersatu memberikan batas waktu selama satu minggu kepada Pemprov DKI Jakarta untuk menyampaikan tanggapan dan kejelasan mengenai realisasi program tersebut.

Kelompok ini menegaskan bahwa demonstrasi merupakan bagian dari hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat sekaligus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan pemerintah.

Mereka juga menyatakan akan menjaga aksi tetap berlangsung secara damai, tertib, dan mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Di samping melakukan demonstrasi, Warga Jakarta Bersatu menyatakan kesediaannya untuk berdialog dengan pemerintah daerah maupun pihak terkait guna membahas solusi dan langkah pelaksanaan kebijakan secara lebih konkret.

Berdasarkan laporan awal yang diterima, aksi demonstrasi masih berlangsung di depan Kantor Balai Kota DKI Jakarta dengan sejumlah peserta menyampaikan orasi secara bergantian.

Melalui aksi tersebut, massa berharap Pemprov DKI Jakarta segera memberikan jawaban resmi mengenai perkembangan janji penggratisan tiket masuk Ancol dan Ragunan.

Bagi Warga Jakarta Bersatu, transparansi pemerintah dan kepastian pelaksanaan program menjadi hal penting untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap komitmen para pemimpin daerah. (red/Raden Adi W)