Pemalang, Jawa Tengah – Kisah pilu menyelimuti satu keluarga di Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Demi menghindari ancaman dan teror seorang pelaku kejahatan seksual, seorang ibu dan putrinya yang masih di bawah umur terpaksa mengungsi dan menjadikan kandang ayam sebagai tempat perlindungan mereka.
Sudah sebulan lamanya keluarga ini hidup dalam ketakutan dan keterbatasan, jauh dari rumah mereka.
Keluarga yang terdiri dari lima orang ini kini menempati salah satu bilik di sebuah kandang ayam di Pekalongan, lokasi di mana Kas, kepala keluarga, bekerja. Beruntungnya, kandang tersebut sedang kosong karena belasan ribu ekor ayam telah memasuki masa panen sepekan terakhir. Ini menjadi “keberuntungan” di tengah musibah yang menimpa mereka.
Kas menceritakan dengan getir bagaimana istrinya, C (32), dan putri mereka yang masih berusia 13 tahun menjadi korban nafsu bejat pelaku berinisial Cas, yang tak lain adalah warga satu desa dengan mereka. Puncak kebiadaban itu terjadi pada akhir April lalu, ketika sang istri diperkosa di depan mata anak-anaknya sendiri.
Sementara itu, putrinya telah dicabuli sebanyak empat kali, dengan kejadian terakhir pada awal Mei. Semua perbuatan keji ini terjadi di rumah mereka sendiri, pada malam hari.
Awalnya, Kas tidak mengetahui apa yang menimpa istri dan anaknya. Keduanya bungkam karena diancam akan dibunuh oleh pelaku jika berani bercerita. “Anak istri baru cerita sebulan lalu, langsung saya bawa ke sini, ke tempat kerja untuk keamanan,” ungkap Kas, menyadur dari detik.com.
Kondisi rumah mereka yang sederhana, hanya terbuat dari kayu papan, ditengarai menjadi salah satu celah bagi pelaku untuk melancarkan aksinya. Meskipun dikunci, masih ada celah bagi orang untuk masuk. Tragisnya, hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa alat kelamin putrinya terluka parah akibat perbuatan pelaku.
Kisah ibu dan anak yang mengungsi di kandang ayam ini menjadi cerminan nyata dari kengerian yang harus dihadapi para korban kekerasan seksual, terutama ketika ancaman dari pelaku masih membayangi.
Mereka terpaksa meninggalkan rumah dan kenyamanan demi keselamatan diri, mencari perlindungan di tempat yang tak lazim.
Kasus ini diharapkan segera mendapat perhatian serius dari pihak berwenang untuk memastikan pelaku mendapatkan hukuman setimpal dan korban mendapatkan perlindungan serta pemulihan yang layak.



















