PEKALONGAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengejutkan publik dengan menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada Selasa (3/3/2026). Dalam operasi senyap tersebut, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq turut diamankan bersama sejumlah pihak lainnya.
Penyegelan ruang kerja bupati dan lima kantor dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan telah dilakukan sejak Selasa pagi guna kepentingan penyidikan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya kegiatan penindakan di wilayah Jawa Tengah tersebut. “Benar, tim KPK mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, salah satunya adalah Bupati (Fadia Arafiq),” ujar Budi dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa siang.
Hingga berita ini diturunkan, para pihak yang terjaring OTT tengah dalam perjalanan menuju Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif. Sesuai prosedur hukum, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan.
BACA JUGA:
Terkait OTT Kajari dan Kasi Intel HSU Kalsel, Kejagung Buka Suara: Kita Hormati Proses Hukum
Meski belum merinci detail kasus secara spesifik—apakah terkait suap proyek, gratifikasi, atau perizinan—petugas telah menyegel setidaknya lima ruang dinas strategis di Pemkab Pekalongan. Penggeledahan dilakukan untuk mengamankan bukti-bukti dokumen dan barang bukti elektronik yang relevan dengan perkara tersebut.
Peristiwa ini tercatat sebagai OTT ketujuh yang dilakukan lembaga antirasuah sepanjang tahun 2026, sekaligus menjadi sorotan tajam karena terjadi di tengah suasana bulan suci Ramadan 1447 H.
Fadia Arafiq, yang merupakan putri dari pedangdut legendaris mendiang A. Rafiq, dikenal sebagai sosok yang memiliki pengaruh kuat di Jawa Tengah. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada Maret 2025, Fadia tercatat memiliki kekayaan mencapai Rp 85,6 miliar.
BACA JUGA:
OTT KPK, Wamenaker Immanuel Ebenezer Ditangkap karena Kasus Dugaan Pemerasan
Penangkapan ini memicu reaksi luas dari masyarakat, mengingat Fadia sebelumnya dipandang sebagai figur politik yang cukup diperhitungkan di Jawa Tengah.
KPK berjanji akan memberikan informasi lebih lanjut melalui konferensi pers resmi segera setelah pemeriksaan awal selesai dilakukan. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan memberikan kesempatan kepada penegak hukum untuk bekerja secara profesional dan transparan.


















