Jambi, CMI News – Kepala Sekolah MAN 2 Tanjung Jabung Timur, Supangat, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebutkan dirinya menghindar dari awak media dan LSM.

Klarifikasi ini datang setelah beberapa pemberitaan yang menyebutkan bahwa Kepala Sekolah tersebut sulit dijangkau oleh wartawan dan organisasi masyarakat untuk memberikan informasi. Selain itu, isu terkait transparansi pengelolaan Dana BOS 2024 kini menjadi sorotan utama setelah kejadian ini.

Bantahan Terkait Tuduhan Penghindaran

Supangat dengan tegas membantah tuduhan yang beredar bahwa dirinya selalu menghindar dari wartawan atau LSM. Menurutnya, kesibukan dengan kegiatan lain menjadi alasan mengapa ia tidak dapat bertemu dengan beberapa pihak dalam beberapa waktu terakhir.

Ia mengungkapkan bahwa beberapa hari yang lalu, dirinya berada di Sabak untuk urusan dinas, dan pada hari Rabu sebelumnya, ia terlibat dalam rapat daring (Zoom) yang tak bisa ditinggalkan.

“Saya tidak pernah menghindar. Memang beberapa waktu lalu saya ada kegiatan di luar, dan pada hari Rabu saya sedang rapat melalui Zoom. Saya merasa bingung dengan pemberitaan yang ada, karena saya sangat terbuka untuk komunikasi,” ujar Supangat saat memberikan klarifikasi kepada awak media.

Permintaan Maaf kepada LSM

Terkait kedatangan LSM yang sebelumnya mengaku kesulitan bertemu dengan Kepala Sekolah, Supangat juga menyampaikan permintaan maaf jika ada kesalahpahaman yang terjadi. Ketua LSM Kompej, Alam Sutra, sebelumnya menyebutkan bahwa sudah beberapa kali berusaha menemui Supangat, namun tidak berhasil.

“Jika memang ada ketidakhadiran saya yang menyinggung atau membuat tidak nyaman, saya mohon maaf. Saya tidak bermaksud menghindar, dan saya terbuka untuk berdiskusi lebih lanjut kapan saja,” tambah Supangat dengan tulus.

Papan Informasi Dana BOS Jadi Sorotan

Salah satu isu yang kini menarik perhatian adalah soal transparansi informasi mengenai Dana BOS di MAN 2 Tanjung Jabung Timur. Papan informasi yang seharusnya dipasang untuk memberikan kejelasan tentang penggunaan dana tersebut dikabarkan rusak akibat banjir, serta aktivitas siswa yang bermain bola di area sekolah.

Supangat mengungkapkan bahwa papan informasi untuk tahun 2024 memang mengalami kerusakan, namun pihak sekolah telah berusaha untuk segera memperbaikinya.

“Memang benar papan informasi untuk Dana BOS 2024 rusak akibat banjir, dan beberapa siswa yang bermain bola di area sekolah. Untuk papan informasi tahun 2025, kami sedang dalam proses pencetakan dan kami akan segera memasangnya setelah selesai,” ujar Supangat.

Namun, penundaan ini memunculkan sejumlah pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai seberapa transparan pengelolaan Dana BOS di sekolah tersebut. Beberapa pihak menganggap bahwa kurangnya informasi yang jelas dapat menyebabkan ketidakpercayaan publik terhadap pengelolaan dana pendidikan yang sangat penting tersebut.

Komitmen terhadap Transparansi dan Keterbukaan

Menanggapi hal tersebut, Supangat menegaskan bahwa pihaknya akan lebih serius dalam memastikan keterbukaan dan transparansi informasi terkait pengelolaan Dana BOS dan kegiatan lainnya di sekolah. Ia juga mengungkapkan bahwa ke depan, setiap informasi penting akan dipublikasikan dengan jelas dan dapat diakses oleh semua pihak.

“Saya sangat menghargai masukan dari media dan masyarakat. Kami akan memastikan bahwa segala informasi terkait Dana BOS dan kegiatan sekolah lainnya dapat diakses dengan mudah dan transparan. Kami juga berkomitmen untuk menjaga komunikasi yang baik dengan media dan LSM,” kata Supangat menutup pernyataannya.

Andika-Hendi Kontestan Pilgub pertama Daftar Ke KPU Jateng

Meskipun sudah memberikan klarifikasi, tuduhan penghindaran terhadap wartawan dan LSM serta kekhawatiran tentang transparansi dana BOS di MAN 2 Tanjung Jabung Timur tetap menjadi isu penting yang harus diatasi. Ke depan, pihak sekolah diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan komunikasi agar publik bisa lebih memahami pengelolaan dana pendidikan yang dikelola oleh sekolah.

Komitmen untuk memperbaiki dan mengedepankan keterbukaan informasi adalah langkah penting dalam menjaga hubungan baik dengan masyarakat, media, dan LSM. Terlebih lagi, pendidikan adalah sektor yang sangat penting dan membutuhkan pengawasan serta partisipasi aktif dari berbagai pihak demi kemajuan bersama.

Sebelumnya diberitakan, Kepsek MAN 2 Tanjab Timur Diduga Sulit Ditemui, Terkesan Hindari Media dan LSM

(angga/red)