Dalam konferensi pers yang digelar pada hari yang sama, ayah Vadel, yang hanya ingin disebut sebagai Badjideh, mengungkapkan kekecewaannya.
Ia mengaku sangat terkejut dengan penangkapan tersebut dan merasa sangat terpukul atas tuduhan yang diarahkan kepada anaknya.
“Saya tidak pernah menyangka ini akan terjadi. Vadel adalah anak yang baik dan selama ini saya selalu mengajarkan nilai-nilai moral yang benar,” ujar Badjideh dengan nada suara yang penuh kesedihan.
Menurut ayah Vadel, meskipun dirinya kecewa dengan situasi yang terjadi, ia tetap berpegang pada prinsip hukum yang berlaku dan berharap proses penyidikan dapat dilakukan dengan adil.
“Saya hanya ingin yang terbaik untuk anak saya, dan saya percaya dia akan mendapatkan keadilan sesuai dengan fakta-fakta yang ada,” lanjut Badjideh.
Sementara itu, kuasa hukum Vadel, yang belum memberikan pernyataan resmi, mengungkapkan bahwa pihaknya akan mempersiapkan pembelaan dengan mengacu pada bukti-bukti yang ada.
Mereka juga menyampaikan bahwa mereka berencana untuk meminta proses rehabilitasi bagi Vadel jika terbukti bahwa ia mengalami tekanan psikologis yang dapat mempengaruhi tindakannya.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik, dengan banyak yang menunggu kelanjutan dari proses hukum yang sedang berlangsung.














