Cikarang, CMI News – Harga emas global bergerak naik di awal pekan, seiring meningkatnya kewaspadaan pasar terhadap arah negosiasi dagang Amerika Serikat dan potensi perubahan kebijakan suku bunga dari bank sentral utama dunia.
Sentimen geopolitik dan ketidakpastian makroekonomi mendorong investor kembali melirik aset lindung nilai seperti emas.
Berdasarkan data perdagangan pagi ini, harga spot emas naik tipis 0,1% ke level US$ 3.353,6 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS stabil di kisaran US$ 3.358,70 per ons.
Analis pasar dari KCM Trade, Tim Waterer, menyebutkan bahwa melemahnya dolar AS menjadi salah satu katalis penguatan harga emas hari ini.
“Dolar AS memulai pekan ini dalam posisi datar, memberi ruang bagi emas untuk menguat, terlebih tenggat waktu tarif AS terhadap UE semakin dekat,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika hingga tenggat 1 Agustus belum ada kesepakatan dagang yang dicapai, maka peluang emas untuk menembus level psikologis US$ 3.400 per ons akan semakin besar.
Pasar saat ini tengah mencermati potensi dikenakannya tarif baru oleh AS terhadap produk Uni Eropa, menyusul pernyataan Presiden Donald Trump yang menetapkan batas waktu hingga awal bulan depan.
Namun di sisi lain, Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, masih menunjukkan optimisme terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan dagang yang saling menguntungkan.
Selain isu perdagangan, perhatian pasar juga tertuju pada arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed). Gubernur The Fed, Christopher Waller, dalam pernyataan pekan lalu mengindikasikan dukungan terhadap pemangkasan suku bunga dalam pertemuan berikutnya.
Sementara itu, European Central Bank (ECB) juga akan menggelar pertemuan kebijakan pekan ini. Pasar memperkirakan ECB akan mempertahankan suku bunga di 2%, menyusul beberapa kali pemangkasan sebelumnya.
Ketidakpastian Politik di Jepang Tambah Sentimen Awas
Dinamika politik Jepang turut menjadi faktor yang dicermati pelaku pasar. Koalisi yang berkuasa di bawah Perdana Menteri Shigeru Ishiba kehilangan mayoritas di majelis tinggi dalam pemilu yang digelar Minggu (20/7/2025). Situasi ini dinilai dapat memperlemah stabilitas politik domestik Jepang di tengah tekanan ekonomi global.
Logam Mulia Lainnya Ikut Menguat
Tak hanya emas, harga logam mulia lainnya juga menunjukkan tren positif:
Perak naik 0,1% ke US$ 38,22 per ons
Platinum menguat 0,3% ke US$ 1.425,11 per ons
Palladium naik 0,2% ke US$ 1.243,47 per ons
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















