Cikarang, CMI News – Harga emas global kembali menunjukkan tren penguatan dan kini mendekati level psikologis US$ 3.400 per ons. Sejumlah faktor ekonomi dan geopolitik menjadi pemicu utama kenaikan ini, mulai dari tensi politik di Washington hingga eskalasi konflik di Eropa dan Timur Tengah.
Pada penutupan terakhir, harga emas tercatat naik 0,34% menjadi US$ 3.350,4 per ons, mendekati rekor tertingginya di US$ 3.500 yang terjadi pada April lalu.
Seiring dengan ketidakpastian global yang meningkat, aset safe haven seperti emas kembali jadi buruan investor.
Salah satu sorotan utama pasar adalah hubungan yang memanas antara Presiden AS Donald Trump dan Ketua The Fed, Jerome Powell.
Ketegangan ini dipicu oleh ketidaksepakatan soal arah suku bunga dengan, The Fed cenderung mempertahankan kebijakan moneter ketat, sementara Trump menginginkan pelonggaran.
“Pasar mulai cemas soal independensi bank sentral AS. Apalagi, rumor pemakzulan Powell makin kuat karena didorong oleh fraksi Republik di Kongres,” ungkap analis komoditas keuangan, Ibrahim Assuaibi.
Ketidakpastian ini memberi sentimen positif bagi emas, karena investor cenderung mengalihkan portofolionya ke aset aman di tengah gejolak politik dan ekonomi.
Faktor kedua yang tak kalah penting adalah kekhawatiran atas lonjakan utang pemerintah AS, menyusul disahkannya Undang-Undang pembaruan tarif yang memungkinkan pemerintah menambah utang hingga US$ 3 triliun.
“Ekspektasi pasar terhadap beban fiskal AS yang membengkak semakin mendorong investor meninggalkan dolar dan beralih ke emas,” jelas Ibrahim.
Tak berhenti di situ, Trump juga berencana mengenakan tarif tambahan sebesar 10% untuk negara-negara anggota BRICS, serta 50% tarif khusus untuk Brasil karena dianggap tidak adil dalam perdagangan.
Ketegangan Global: Eropa dan Timur Tengah Tak Tenang
Di sisi geopolitik, pasar masih mencermati perkembangan perang di Ukraina yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Rusia tetap melanjutkan agresinya, sementara AS melalui Trump mengancam akan menjatuhkan sanksi 100% jika serangan tak dihentikan.
Situasi di Timur Tengah juga belum membaik. Israel terus melancarkan operasi militernya di Gaza, memicu kecemasan baru di pasar energi dan komoditas global.
Proyeksi Pergerakan: Harga Emas Bisa Sentuh US$ 3.400 Pekan Ini
Dengan kombinasi berbagai faktor tersebut, harga emas diproyeksikan akan terus mengalami tekanan naik dalam jangka pendek.
Menurut Ibrahim, harga emas pekan ini akan bergerak di kisaran support US$ 3.324 dan resistance US$ 3.375, dengan potensi menembus US$ 3.400 jika sentimen pasar terus menguat.
“Dengan banyaknya faktor ketidakpastian yang sedang berkembang, emas berpeluang besar melanjutkan tren bullish-nya,” pungkas Ibrahim.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















