
Pemalang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang semakin serius dalam upayanya memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Komitmen ini diperkuat melalui sebuah kolaborasi strategis antara Pemkab Pemalang dan Institut Teknologi dan Bisnis Adias (ITB ADIAS).
Kerja sama ini menjadi sorotan dalam acara Pameran Bazar UMKM dan Job Fair Tahun 2025 yang diselenggarakan di Kampus ITB ADIAS pada Sabtu, 11 Oktober 2025.
Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes, menegaskan bahwa pengembangan UMKM bukanlah sekadar program sampingan, melainkan agenda utama yang akan menjadi pondasi perekonomian Kabupaten Pemalang ke depan.
“Kegiatan ini bentuk kolaborasi yang luar biasa dari ITB ADIAS dengan Pemkab dalam rangka mengembangkan UMKM,” ujar Nurkholes. Sinergi antara dunia akademisi dan pemerintah daerah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem bisnis yang lebih inovatif dan berdaya saing bagi para pelaku UMKM lokal.
Untuk mencapai target pengembangan yang lebih merata, Pemkab Pemalang telah merancang sebuah strategi ambisius: mengembangkan UMKM di setiap kecamatan dengan membuka ruang pasar yang lebih luas.
Salah satu upaya nyata yang akan segera diimplementasikan adalah dengan mengadakan Car Free Day (CFD) di setiap kecamatan pada hari Minggu.

Kebijakan CFD mingguan ini memiliki dua tujuan utama:
- Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk-produk lokal UMKM.
- Mendorong partisipasi masyarakat, baik sebagai pelaku usaha baru maupun sebagai konsumen setia.
Melalui pembukaan pasar mingguan di tingkat kecamatan ini, diharapkan akses pasar bagi UMKM tidak lagi terpusat hanya di kota, namun menjangkau seluruh wilayah Pemalang.
Wakil Bupati Nurkholes juga menekankan pentingnya peningkatan standar produk. Ia berharap agar UMKM di Pemalang dapat terus berinovasi dan memperbaiki kualitas produknya, sehingga dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Semoga UMKM ini semakin tinggi, semakin memperbaiki kualitas sehingga UMKM dapat diterima masyarakat semua dan yang paling penting harganya murah,” tambahnya.
Harapan ini mencerminkan komitmen Pemkab untuk menciptakan produk lokal yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki daya saing harga yang kuat, menjadikannya pilihan utama bagi masyarakat Pemalang.
Acara pembukaan tersebut dihadiri pula oleh Rektor ITB ADIAS Noor Rosyadi, Kepala OPD terkait, Forkopimca Petarukan, dan seluruh Civitas Akademika ITB ADIAS, menandakan dukungan penuh dari berbagai pihak terhadap gerakan penguatan ekonomi kerakyatan ini.








