Untuk tenor lebih panjang, kontrak November 2025 melemah 38 ringgit di level 4.460 ringgit per ton, sedangkan kontrak Desember terkoreksi 34 ringgit menjadi 4.477 ringgit per ton.
Bahkan untuk Januari 2026, harga masih terpangkas 28 ringgit ke 4.481 ringgit per ton, diikuti kontrak Februari 2026 yang turun 23 ringgit ke 4.462 ringgit per ton.
Tekanan dari Minyak Nabati Global
Penurunan ini tidak lepas dari pergerakan minyak kedelai yang melemah di pasar global.

















