Cikarang, CMI News – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) kembali mencatat lonjakan tajam pada perdagangan Jumat (22/8/2025). Kenaikan ini tidak lepas dari tren positif harga minyak kedelai global yang turut mengerek pergerakan harga CPO.

Berdasarkan data perdagangan BMD, kontrak berjangka CPO September 2025 ditutup naik 62 Ringgit Malaysia menjadi RM 4.453 per ton. Sementara itu, kontrak Oktober 2025 menguat lebih tinggi, yakni 69 Ringgit Malaysia ke posisi RM 4.498 per ton.

Tidak berhenti di situ, kontrak berjangka November dan Desember 2025 juga mengalami kenaikan serupa, masing-masing naik 69 Ringgit Malaysia menjadi RM 4.529 per ton dan RM 4.546 per ton. Untuk kontrak Januari 2026, harga terkerek 66 Ringgit Malaysia menjadi RM 4.547 per ton, sedangkan kontrak Februari 2026 berada di RM 4.528 per ton.

Faktor Pendorong Lonjakan Harga

Menurut analis komoditas David Ng yang dikutip dari Bernama, pergerakan harga CPO kali ini banyak dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak kedelai di pasar global. Selain itu, performa ekspor CPO yang masih solid memberikan dorongan tambahan bagi investor untuk masuk ke pasar.

“Untuk saat ini, level support harga berada di RM 4.500 per ton, dengan potensi resistance berikutnya di RM 4.680 per ton,” jelas David Ng.