Cikarang, CMI News – Harga kontrak berjangka Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) kembali bergerak naik pada perdagangan Senin (18/8/2025). Kenaikan ini melanjutkan tren positif yang sudah terbentuk sejak pekan lalu, seiring dengan kuatnya permintaan ekspor dan lonjakan harga minyak nabati global.

Tren Penguatan di Bursa Malaysia

Data perdagangan menunjukkan kontrak CPO untuk September 2025 menguat RM 51 menjadi RM 4.476 per ton. Sementara itu, kontrak Oktober 2025 ditutup naik RM 51 di posisi RM 4.523 per ton.

Penguatan juga terjadi pada kontrak bulan berikutnya. November 2025 naik RM 48 ke level RM 4.559 per ton, sedangkan Desember 2025 bertambah RM 44 ke RM 4.572 per ton. Kontrak Januari 2026 dan Februari 2026 masing-masing menguat RM 44 dan RM 41 per ton.

Faktor Pendorong: Ekspor dan Substitusi Minyak Kedelai

Analis komoditas David Ng menilai, penguatan harga CPO dipicu oleh tiga faktor utama:

1. Ekspor tetap tinggi – Data perdagangan terbaru menunjukkan permintaan ekspor minyak sawit masih solid.

2. Produksi terbatas – Pasokan yang cenderung melambat menahan tekanan harga.

3. Harga minyak kedelai melonjak – Sebagai substitusi CPO, kenaikan harga minyak kedelai global ikut menopang harga.

“Selama momentum ini bertahan, harga CPO berpeluang bergerak di kisaran RM 4.480–RM 4.580 per ton,” kata David Ng dikutip dari Bernama.