Kombinasi faktor tersebut membuat harga batu bara sulit bergerak agresif, meski pemangkasan pasokan bisa menjadi bantalan jangka pendek.
Gangguan Produksi di Negara Produsen
Selain pengendalian produksi, beberapa negara juga menghadapi hambatan teknis. Di Australia, kecelakaan tambang dan cuaca ekstrem menekan output, sedangkan Indonesia dan Kolombia mulai mengurangi pasokan secara gradual.
“Kalau disiplin produksi benar-benar dijaga, harga batu bara punya peluang untuk lebih stabil hingga akhir tahun,” ujar Ndlovu.
Proyeksi Produksi
Thungela menargetkan produksi tetap berada di kisaran 12,8–13,6 juta ton dari tambang Afrika Selatan, serta 3,7–4,1 juta ton dari tambang Ensham, Australia, hingga akhir 2025.

















