Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
Ekonomi

Impor China Anjlok, Harga Batu Bara Global Kembali Tertekan

×

Impor China Anjlok, Harga Batu Bara Global Kembali Tertekan

Sebarkan artikel ini

Cikarang, CMI News — Harga batu bara global kembali bergerak melemah pada perdagangan Rabu (23/7/2025), seiring dengan penurunan tajam impor China, salah satu konsumen batu bara terbesar dunia. Indonesia, sebagai eksportir utama batu bara kalori rendah, menjadi negara yang paling terdampak dalam dinamika terbaru ini.

Mengacu pada data perdagangan, harga batu bara Newcastle kontrak Juli 2025 terkoreksi sebesar US$0,2 menjadi US$109,9 per ton. Untuk kontrak Agustus 2025, harga juga terpangkas US$0,2 ke level US$112,3 per ton. Sementara kontrak September justru menguat tipis sebesar US$0,05 menjadi US$113,65 per ton.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Untuk pasar Eropa, harga batu bara Rotterdam cenderung bervariasi. Kontrak Juli naik tipis US$0,05 menjadi US$104,15 per ton, namun kontrak Agustus melemah US$0,75 ke level US$100,9 per ton. Sementara kontrak September turun US$0,65 menjadi US$101,9 per ton.

Penurunan Impor China Jadi Pemicu Utama

Mengutip laporan Bloomberg, volume impor batu bara China pada Juni 2025 anjlok hingga 26% secara tahunan (year-on-year), hanya mencapai 33 juta ton, level terendah sejak Februari 2023. Penurunan ini didominasi oleh turunnya permintaan terhadap batu bara Indonesia, dengan volume ekspor ke Negeri Tirai Bambu merosot hingga 30%.

Pelemahan ini tidak lepas dari perubahan strategi pembangkit listrik di China, yang mulai menghindari penggunaan batu bara berkualitas rendah, seperti lignite. Sebaliknya, mereka mulai mengalihkan konsumsi ke batu bara berkalori tinggi, seiring melimpahnya stok domestik dan upaya efisiensi energi.

Indonesia, yang selama ini menjadi pemain dominan dalam ekspor batu bara kalori rendah ke China, ikut terkena dampak langsung dari perubahan preferensi ini.

Harga Global Masih Lebih Rendah Dibanding Tahun Lalu

Berdasarkan data dari Trading View, harga batu bara global per 23 Juli 2025 berada di US$109,9 per ton, turun tipis 0,18% dibandingkan hari sebelumnya. Meski sempat naik 2,47% dalam sebulan terakhir, harga tersebut masih berada 18,41% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sebagai pengingat, harga batu bara sempat menyentuh rekor tertinggi di US$457,80 per ton pada September 2022, saat krisis energi global memuncak. Namun, sejak saat itu harga terus terkoreksi seiring dengan normalisasi pasokan dan permintaan, serta transisi energi bersih di berbagai negara.

Proyeksi: Harga Batu Bara Bergerak Moderat

Melihat kondisi pasar saat ini, harga batu bara diperkirakan akan berada di kisaran US$111,85 per ton pada akhir kuartal III/2025. Dalam 12 bulan ke depan, tren penguatan terbatas diproyeksikan membawa harga ke sekitar US$116,30 per ton, seiring dengan penyesuaian produksi dan perlambatan permintaan dari negara-negara importir utama.









error:
Verified by MonsterInsights