Cikarang, CMI News – Harga batu bara global kembali melemah pada perdagangan Kamis (14/8/2025), didorong penurunan ekspor dari negara produsen utama. Data terbaru menunjukkan ekspor batu bara global turun 2,8% secara mingguan, terutama akibat merosotnya pengiriman dari Australia dan Indonesia.

Mengacu pada data bursa, harga batu bara Newcastle kontrak Agustus 2025 terkoreksi US$ 0,9 menjadi US$ 110,9 per ton. Kontrak September 2025 anjlok US$ 1,85 menjadi US$ 109,75 per ton, sementara kontrak Oktober 2025 melemah US$ 1,65 menjadi US$ 111,1 per ton.

Untuk pasar Eropa, harga batu bara Rotterdam juga terkoreksi: Agustus 2025 turun US$ 0,5 menjadi US$ 99,8 per ton, September 2025 jatuh US$ 1,4 menjadi US$ 99 per ton, dan Oktober 2025 melemah US$ 1,35 menjadi US$ 99,4 per ton.

Ekspor Australia–Indonesia Turun Tajam

Menurut laporan BigMint, ekspor batu bara global dari enam produsen utama hanya mencapai 17,36 juta ton pada pekan ke-32 tahun 2025 (2–8 Agustus), turun dari 17,87 juta ton pada pekan sebelumnya. Penurunan terbesar terjadi di Australia dan Indonesia yang totalnya menyusut hampir 1,7 juta ton.

Ekspor batu bara Indonesia merosot 10,9% menjadi 6,78 juta ton dari 7,61 juta ton pada pekan sebelumnya. China tetap menjadi pembeli terbesar (1,68 juta ton), diikuti India (1,15 juta ton) dan Korea Selatan (0,96 juta ton). Pelemahan permintaan di China dan India berkorelasi dengan meningkatnya produksi domestik kedua negara tersebut.

Australia mencatat penurunan lebih tajam, yakni 12,9% menjadi 5,94 juta ton. Aktivitas di terminal utama Newcastle dan Gladstone melambat, sementara permintaan dari Jepang (1,83 juta ton) dan tender China (1,56 juta ton) melemah.

Kenaikan dari AS dan Afrika Selatan

Di tengah pelemahan pasar Asia, ekspor batu bara AS justru naik signifikan sebesar 18,4% menjadi 1,73 juta ton—tertinggi dalam beberapa pekan terakhir—berkat permintaan dari Eropa dan India. Afrika Selatan bahkan membukukan lonjakan hampir dua kali lipat menjadi 1,19 juta ton setelah gangguan jalur kereta api terselesaikan.

Kolombia juga mencatat kenaikan 91% menjadi 0,84 juta ton, terutama karena permintaan kuat dari Eropa dan Timur Tengah. Sebaliknya, Kanada mengalami penurunan 7% menjadi 0,88 juta ton.

Tekanan Tarif Angkut dan Permintaan Lesu

Tarif pengiriman batu bara ke India turun di hampir semua rute, terutama untuk kapal tipe Panamax dari Afrika Selatan. Minimnya aktivitas pasar dan turunnya harga batu bara domestik India membuat banyak pembeli, terutama produsen sponge iron—menahan transaksi baru.