Palembang β Proses penahanan tersangka kasus korupsi kredit macet PT Buana Sriwijaya Sejahtera (BSS) dan PT Sri Andal Lestari (SAL), Wilson (WS), diwarnai suasana tegang dan kericuhan. Sejumlah orang yang diduga merupakan kolega dekat tersangka secara agresif berupaya menghalangi kerja jurnalistik dan bahkan melontarkan ancaman terhadap awak media.
Peristiwa dramatis ini terjadi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel pada Senin malam, 17 November 2025, saat jaksa menggiring WS menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan lanjutan dalam tahap pendalaman penyidikan.
Pasang Badan Menutupi Tersangka
Kericuhan dimulai saat Wilson keluar dari gedung pemeriksaan. Beberapa individu yang diidentifikasi sebagai rekan tersangka segera “memasang badan,” berdiri rapat menutupi jalur pengambilan gambar yang telah dipersiapkan oleh pewarta dari berbagai media.
Upaya penghalangan ini semakin intensif ketika WS hendak dimasukkan ke dalam mobil tahanan. Para kolega tersebut nekat berdiri tepat di pintu kendaraan, membuat pewarta foto dan videografer tidak memiliki ruang yang leluasa untuk mengabadikan momen penting penegakan hukum tersebut. Petugas dan jurnalis dilapangan mengaku kesulitan menjalankan tugas karena manuver penghalangan yang disengaja ini.
Situasi memuncak menjadi adu mulut dan cekcok antara awak media yang menuntut akses liputan dan para kolega tersangka yang berusaha menghalangi.











