Pemalang – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang, Andri Adi, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap datangnya musim penghujan yang sudah mulai berlangsung.

Ia mengingatkan pentingnya mempersiapkan diri dengan memeriksa kelayakan kendaraan serta membawa perlengkapan seperti jas hujan dan payung, serta memastikan tujuan perjalanan berada di lokasi yang aman. Imbauan ini disampaikan Andri saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (12/11/2024).

Andri menegaskan, jika cuaca menunjukkan tanda-tanda ekstrem, terutama jika disertai petir atau badai, masyarakat disarankan untuk segera berlindung. Ia mengingatkan agar tidak berlindung di bawah pohon atau struktur terbuka yang rawan tersambar petir, melainkan mencari tempat yang lebih aman dan terlindung.

Perkiraan Musim Hujan dan Antisipasi Cuaca Ekstrem

Berdasarkan informasi yang diterima dari BMKG, Andri mengungkapkan bahwa wilayah Pemalang, khususnya bagian selatan, telah memasuki musim hujan pada November ini. Namun, meskipun hujan telah mulai turun dengan signifikan, cuaca tetap sulit diprediksi dengan pasti, sehingga masyarakat diminta untuk tetap waspada hingga akhir November dan Desember.

Upaya BPBD dalam Menghadapi Musim Hujan

Andri menjelaskan bahwa BPBD Pemalang telah melakukan koordinasi terus-menerus dengan instansi terkait, termasuk BMKG, untuk memperoleh informasi tentang kondisi cuaca. Informasi tersebut kemudian disebarluaskan ke seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari Bupati hingga camat, guna memastikan seluruh wilayah siap menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Selain itu, BPBD juga melakukan pemetaan wilayah rawan bencana, seperti wilayah pesisir yang rentan terhadap banjir bandang atau banjir rob, dan dataran rendah serta tinggi yang berpotensi terkena angin kencang, puting beliung, banjir bandang, dan tanah longsor.

Koordinasi untuk Mencegah Bencana
Dalam upaya mitigasi, Andri juga telah berkoordinasi dengan petugas pintu air dan bendungan untuk memantau kemungkinan terjadinya luapan air. Jika terjadi peningkatan debit air yang signifikan, BPBD akan segera memberikan informasi kepada masyarakat, khususnya yang berada di daerah aliran sungai, agar mereka dapat segera melakukan langkah-langkah evakuasi atau persiapan.

Siaga Bencana dan Informasi untuk Masyarakat
Andri menambahkan, BPBD telah menyiapkan personel dan peralatan untuk bergerak cepat jika terjadi bencana. Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca dan potensi bencana melalui media elektronik, grup pemerintahan desa, serta akun resmi BMKG dan BPBD Pemalang, seperti Instagram @infobmkg dan @bpbdpemalang_.

“Dengan informasi yang terus diperbarui, kita dapat lebih siap mengantisipasi dan mengurangi risiko bencana, sehingga diharapkan kita bisa menjaga keselamatan di tengah perubahan iklim yang semakin ekstrem,” tutup Andri.