CMI News – Sulawesi Selatan dilanda banjir, akibat hujan deras yang terus mengguyur selama beberapa hari terakhir. Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 3.173 rumah di Kabupaten Wajo terendam banjir, dengan 10.752 jiwa terdampak.

Banjir terjadi di 10 desa dan kelurahan di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 cm hingga 120 cn. Meskipun tidak ada korban jiwa, banjir menyebabkan kerugian material yang cukup besar.

Kronologi Banjir

Banjir mulai terjadi pada Selasa, 6 Agustus 2024, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (3/8). Hujan deras ini menyebabkan Sungai Awo dan Sungai Siwa tidak mampu nenampung debit air hingga meluap ke pemukiman warga.

Banjir sempat surut pada saat itu, namun hujan yang kembali turun pada siang harinya menyebabkan air sungai kembali naik, Selasa (6/8).

Kejadian ini menyebabkan 10.752 jiwa terdampak dan 3.173 unit rumah terendam. Tidak ada warga yang mengungsi akibat kejadian banjir kali ini.

Sebanyak 3.173 Rumah di Sulawesi Selatan Terendam Banjir, Akibat Hujan Deras Sepanjang Hari

Sepuluh wilayah terdampak banjir antara lain Desa Lompolong, Kaluku, Alesilurung, Jauh Pandang, Tanrongi, Lacinde, Kelrahan Tobarakka, Benteng, Bulete, dan Siwa.

Badan Penanggulangan Bencana Daera (BPBD) Kabupaten Wajo berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan melakukan asesmen di lapangan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau warga Kabupaten Wajo khususnya warga Kecamatan Pitumpanua untuk selalu waspada akan potensi risiko banjir susulan mengingat prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan wilayah ini masih berpotensi turun hujan hingga Kamis (8/8).