“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Bapak Yusril Ihza Mahendra, dan masyarakat Indonesia,” ucapnya.
Namun, meski bahagia dapat pulang ke Filipina untuk berkumpul dengan keluarga, Mary Jane mengaku sedih harus meninggalkan Indonesia, yang ia anggap sebagai rumah keduanya.
“Ini hari yang membahagiakan, tetapi juga menyedihkan karena Indonesia sudah menjadi seperti keluarga bagi saya,” ujar Mary Jane dengan mata berkaca-kaca.
Pembelajaran Hidup di Penjara
Selama masa hukumannya, Mary Jane tidak hanya menjalani proses hukum, tetapi juga menemukan pelajaran hidup yang mendalam. Ia menjadikan waktu di penjara sebagai kesempatan untuk introspeksi, belajar, dan bersyukur.
Mary Jane membawa harapan besar untuk memulai kembali hidupnya di Filipina bersama kedua anaknya, yang telah ia hubungi melalui panggilan video. Sebagai tanda kasih, ia juga membawa oleh-oleh berupa batik shibori dan pakaian rajut untuk anak-anaknya.















