
DOGIYAI – Semangat kebersamaan dan toleransi terpancar kuat di Kabupaten Dogiyai pada awal tahun 2026. Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Dogiyai mengambil peran sentral dalam menyukseskan perayaan Natal Bersama yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, serta masyarakat luas.
Kegiatan yang penuh khidmat ini dilaksanakan di Aula Gereja KINGMI Digikotu pada Kamis, 8 Januari 2026. Kehadiran berbagai elemen ini menjadi bukti kuatnya sinergi antarinstansi di Bumi Dogiyai.
Pilar Utama di Balik Layar
Dalam kepanitiaan gabungan tersebut, TP-PKK Dogiyai dipercaya mengelola seksi konsumsi. Tugas ini bukan sekadar urusan penyediaan makanan, melainkan simbol pelayanan dan keramahtamahan yang menjadi ciri khas organisasi perempuan tersebut.
Sinergi antara PKK dengan pemerintah daerah memastikan seluruh tamu undangan dan masyarakat yang hadir mendapatkan pelayanan terbaik. Dedikasi para anggota PKK terlihat dari koordinasi yang rapi, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan acara, memastikan setiap tamu merasakan hangatnya suasana Natal melalui hidangan yang disajikan.
Implementasi Program Pokok PKK
Ketua TP-PKK Kabupaten Dogiyai menegaskan bahwa partisipasi aktif ini merupakan implementasi nyata dari 10 Program Pokok PKK. Fokus utamanya adalah pada aspek Gotong Royong serta Penghayatan dan Pengamalan Nilai-nilai Pancasila.

“Kehadiran kami di sini adalah wujud pengabdian. Melalui semangat gotong royong dalam kepanitiaan ini, kita mempraktikkan langsung nilai-nilai toleransi dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar salah satu perwakilan pengurus PKK di sela-sela acara.
Memperkuat Relasi Sosial
Agenda “Natal Bersama” ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan ruang bagi ASN, TNI, Polri, dan masyarakat untuk melebur tanpa sekat. Peran PKK dalam mendukung logistik acara menjadi jembatan yang memperkuat relasi sosial dan harmoni antarumat beragama di wilayah tersebut.
Dengan suksesnya kegiatan ini, TP-PKK Kabupaten Dogiyai kembali membuktikan bahwa mereka adalah mitra strategis pemerintah yang mampu bergerak lincah dalam berbagai kegiatan sosial maupun keagamaan demi kemajuan daerah.







