Pemalang, CMI News – Sebanyak 12 warga asal Pemalang, Jawa Tengah, mengalami nasib terkantung-kantung di Balikpapan Kalimantan Timur, usai bekerja di Tanjungselor Kalimatan Utara. Namun saat ini mereka sudah berada di tempat yang aman di sebuah penampungan Dinas Sosial Kota Balikpapan.

Salah satu korban terlantar, yakni Daristo merupakan warga Desa Banjarmulya Pemalang, mengungkapkan ” Berawal dari penawaran pekerjaan proyek bangunan dari seseorang di Tangjungselor Kalimatan Utara sekitar bulan Juni 2024 bulan lalu.

Diduga mereka mendapatkan penawaran gaji lebih tinggi dari biasanya. Sehinga tanpa ragu, mereka meninggalkan kampung halaman Pemalang, dan memulai perjalanan panjang ke Tanjungselor Kalimantan Utara.

Lebih lanjut, Daristo mengatakan ” Setiba di Tanjungselor, justru kami mendapatkan kekecewaan lantaran apa yang dijelaskan di awal tidak sedetail setelah kita tiba dilokasi.” ucap Daristo kepada centermediaindependent.com saat dihubungi melalui telepon whataps, pada Senin (15/7/2024).

Mengalami Kerugian

12 Warga Pemalang Terlantar di Balikpapan

Dia bersama 11 rekan lainnya merasa kecewa, apa yang di informasikan proyek tersebut tidak secara detail diawal. Seperti spesifikasi pembangunan rumah dan harga permeternya kami juga merasa keberatan sebenarnya.

“Namun apa dikata kita sudah terlanjur di Tangjungselor Kalimatan Utara, akhirnya kita kerjakan proyek tersebut dengan kontrak selama 6 bulan.”

Setelah satu bulan berjalan, barulah kita menyadari mengalami kerugian yang sangat luar biasa. Jelas Daristo ” Terima 800 ribu satu bulan. Ibaratnya masih mending harian, Sementara biaya makan disini mahal. Jakarta gak ada apa-apanya.”

Karena kami mengalami kerugian, akhirnya ke kantor untuk membicarakan harga dan lain-lain lebih baik. Namun pada pihak kantor tidak menyetujui.

Berhubung kontrak kami selama 6 bulan, kemudian kami memutuskan mengundurkan diri dengan cara baik-baik kepada pihak kantor, boleh apa tidak. ucap Daristo.

“Alhamdulillah pihak kantor memperboleh kami mengundurkan diri, namun dengan catatan tidak ada biaya untuk pulang.”

12 Warga Pemalang Terlantar di Balikpapan

Setelah kami keluar kami memulai petualangan baru, lantaran tidak mempunyai biaya untuk pulang ke kampung halaman. Hingga akhirnya kami memutuskan mengontrak dan mencari pekerjaan lain, selama 4 hari akhirnya kami menemukan pekerjaan baru dan kebetulan memang kondisi keuangan kami sudah menipis sekali.

Saat itu ada seseorang yang menawarkan perkerjaan harian di Balikpapan. Dia berfikir gak papa lah harian bekerja selama 1 Minggu bisa buat pulang, akhirnya kami terima tawaran pekerjaan itu. imbuh Daristo

Setelah kami terima pekerjaan harian itu, kami dijemputlah memakai mobil pick-Up dan perjalanan selama dua malam. Singkat cerita, kita tiba di Balikpapan dan bertemu dengan orang yang menawarkan pekerjaan tersebut.

Kerja dimana dan pekerjaan apa, tanya Daristo ? Biasa bikin mes-mesan, dan lokasi di Desa Tanah Grogot masih di dekat kota akhirnya kami setuju.

12 Warga Pemalang di Bawa ke Hutan Sawit

Kemudian kami berangkat mengunakan mobil jemputan awal, dijalan orang yang mengajak kami kerja itu di kasih uang oleh mandor dan saat itu kami pindah mobil. Tetapi kami dibawa ke dalam hutan Sawit kira-kira sejauh 40 kilometer. Kami disitu sempat binggung, katanya dekat dikota ini malah masuk hutan sawit. cerita Daristo

Sesampai di tempat tujuan mereka tersebut, kami hanya di Drop dan di tinggal pergi begitu saja. Kami binggung terus pekerjaanya apa, dan kok lokasi ini gelap terus akses listrik cuma jam-jam tertentu dan akses untuk mandi pun tidak ada seperti air minum dan mandi tidak ada serta dari berangkat kami belum minum.

Kami berfikir ini bagaimana kalau besok kerja akses air minum juga tidak ada, sudah bisa terbayang. Akhirnya kita memutuskan untuk jalan kaki sejauh 40 kilometer, menuju jalan Pantura.

Kami juga sempat berpamitan dengan penjaga keamanan yang berada di pintu masuk ke hutan sawit, bahwa kami tidak bisa berkerja dengan kondisi lokasi seperti itu.

Sisa uang dari kami, dikumpulkan untuk naik mobil ke arah Balikpapan. Disana kami jalan, dan alhamdulilah ada yang kasih makan. Kemudian kami bertemu oelh salah satu warga situ, yang menyarankan melaporkan ke Koramil.

Kami menceritan semua berjalanan kami selama ini kepada Ndaramil, hingga akhirnya kami di tampung sementara di Koramil dan alhamdulillah kami di urus dengan baik seperti makan, dan tempat tidur yang layak.

”  Selanjut pihak Dinsos Balikpapan dan paguyuban juga datang hingga akhirnya mereka mengkomunikasikan kepada pihak terkait di Kabupaten Pemalang. “Alhamdulillah, kata Daristo Insyaallah nanti malam kami pulang. Pungkasnya Senin (15/7/2024) pagi.”

Pihak Dinsos Kabupaten Pemalang

Sementara itu, Kabid Rehabsos Dinsos Pemalang, Rohilah mengatakan, mereka akan diberangkatkan melalui Pelabuhan Balikpapan malam hari ini. Seni 15 Juli 2024, dilansir dari impresife.com

“Rencananya diberangkatkan nanti malam. Perjalanan selama tiga hari diperkirakan sampai di Pelabuhan Tanjung Perak, langsung dijemput Dinsos Jawa Timur,” kata Rohilah via telepon, Senin pagi.

“Setelah itu diteruskan ke Dinsos Provinsi Jawa Tengah. Selanjutnya diantarkan ke (Dinsos) Kabupaten Pemalang,” imbuh dia.

Sampai di Pemalang, katanya, mereka akan singgah dulu di Dinsos Pemalang untuk rehabilitasi, sekaligus ditawarkan modal usaha untuk memperbaiki taraf ekonomi.

“Ya, nanti ada petugas yang melakukan itu (rehabilitasi), sekaligus kita tawarkan modal usaha bagi yang ingin membuka usaha untuk meningkatkan taraf hidup,” katanya.

Dia menambahkan, setelah di rumah Dinsos juga akan memberikan bantuan sembako.

“Kita komunikasi dengan Kemensos agar dapat bantuan sembako. Tapi perlu digarisbawahi, yang mendapat bantuan adalah yang masuk DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Bagi yang tidak masuk, kita serahkan ke desa masing-masing,” tutupnya

Kisah pilu ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu berhati-hati saat mencari pekerjaan.
Jangan mudah tergiur dengan tawaran yang menjanjikan gaji tinggi dan lainnya tanpa kejelasan yang pasti.
Pastikan untuk melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk bekerja di suatu tempat.
Mari kita bersama-sama membantu menyebarkan informasi ini agar tidak ada lagi korban penipuan kerja di masa depan.