Berhubung kontrak kami selama 6 bulan, kemudian kami memutuskan mengundurkan diri dengan cara baik-baik kepada pihak kantor, boleh apa tidak. ucap Daristo.
“Alhamdulillah pihak kantor memperboleh kami mengundurkan diri, namun dengan catatan tidak ada biaya untuk pulang.”
12 Warga Pemalang Terlantar di Balikpapan
Setelah kami keluar kami memulai petualangan baru, lantaran tidak mempunyai biaya untuk pulang ke kampung halaman. Hingga akhirnya kami memutuskan mengontrak dan mencari pekerjaan lain, selama 4 hari akhirnya kami menemukan pekerjaan baru dan kebetulan memang kondisi keuangan kami sudah menipis sekali.
Saat itu ada seseorang yang menawarkan perkerjaan harian di Balikpapan. Dia berfikir gak papa lah harian bekerja selama 1 Minggu bisa buat pulang, akhirnya kami terima tawaran pekerjaan itu. imbuh Daristo
Setelah kami terima pekerjaan harian itu, kami dijemputlah memakai mobil pick-Up dan perjalanan selama dua malam. Singkat cerita, kita tiba di Balikpapan dan bertemu dengan orang yang menawarkan pekerjaan tersebut.
Kerja dimana dan pekerjaan apa, tanya Daristo ? Biasa bikin mes-mesan, dan lokasi di Desa Tanah Grogot masih di dekat kota akhirnya kami setuju.
12 Warga Pemalang di Bawa ke Hutan Sawit
Kemudian kami berangkat mengunakan mobil jemputan awal, dijalan orang yang mengajak kami kerja itu di kasih uang oleh mandor dan saat itu kami pindah mobil. Tetapi kami dibawa ke dalam hutan Sawit kira-kira sejauh 40 kilometer. Kami disitu sempat binggung, katanya dekat dikota ini malah masuk hutan sawit. cerita Daristo
Sesampai di tempat tujuan mereka tersebut, kami hanya di Drop dan di tinggal pergi begitu saja. Kami binggung terus pekerjaanya apa, dan kok lokasi ini gelap terus akses listrik cuma jam-jam tertentu dan akses untuk mandi pun tidak ada seperti air minum dan mandi tidak ada serta dari berangkat kami belum minum.
Kami berfikir ini bagaimana kalau besok kerja akses air minum juga tidak ada, sudah bisa terbayang. Akhirnya kita memutuskan untuk jalan kaki sejauh 40 kilometer, menuju jalan Pantura.
Kami juga sempat berpamitan dengan penjaga keamanan yang berada di pintu masuk ke hutan sawit, bahwa kami tidak bisa berkerja dengan kondisi lokasi seperti itu.
Sisa uang dari kami, dikumpulkan untuk naik mobil ke arah Balikpapan. Disana kami jalan, dan alhamdulilah ada yang kasih makan. Kemudian kami bertemu oelh salah satu warga situ, yang menyarankan melaporkan ke Koramil.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















