Siswa yang enggan disebutkan namanya ini berasal dari keluarga kurang mampu. Orang tuanya, yang bekerja sebagai buruh tani, harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketika dihadapkan dengan biaya seragam yang begitu tinggi, mereka merasa tak berdaya.
Hal tersebut mendapat keprihatinan dari berbagai pihak, salah satunya, Drs. Purwoko seorang pensiunan Guru SMAN 1 Pemalang sekaligus ketua KWRI(komite wartawan Reformasi Indonesia).
“Seharusnya sekolah dapat menjembatani agar anak tidak putus sekolah, bukan di sodori surat pengunduran diri,kalau memang ada jual seragam yang diarah kan ke suatu toko itu melanggar aturan” Ucap Purwoko
Menurut Solihin orang tua siswa berinisial HJ dirinya tidak mampu membelikan Seragam sebesar Rp 760rb di karenakan sedang mengalami kesulitan ekonomi.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















