BATANG – Pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa kini kembali menjadi sorotan utama sebagai Proyek Prioritas Nasional. Anggota DPR RI, Rizal Bawazier, secara tegas mendorong agar pemerintah memfokuskan tahap awal pembangunan pada titik-titik yang mengalami kerusakan paling parah, khususnya mulai dari wilayah Ulujami di Kabupaten Pemalang hingga ke bagian barat Kabupaten Batang.
Dalam keterangannya, Rizal Bawazier mengungkapkan bahwa usulan pemetaan fokus ini didasarkan pada tingkat kerentanan wilayah terhadap ancaman banjir rob dan abrasi yang semakin mengkhawatirkan. Menurutnya, pesisir dari Ulujami hingga Batang Barat sudah berada pada titik yang membutuhkan penanganan segera secara teknis.
“Kawasan ini dinilai paling terdampak banjir rob dan abrasi yang kian parah. Meski panjang pasti tanggul masih dalam tahap kajian teknis, penentuan skala prioritas adalah langkah yang rasional di tengah kondisi saat ini,” ujar Rizal.
Ia menambahkan bahwa proyek ini direncanakan membentang sangat luas, dari Banten hingga Gresik. Namun, keterbatasan anggaran menuntut pemerintah untuk tidak sekadar membangun secara merata, melainkan mendahulukan daerah-daerah yang secara geografis paling mendesak.
Senada dengan usulan tersebut, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, sebelumnya telah memberikan sinyal hijau agar Pekalongan dan sekitarnya masuk dalam prioritas tahap awal. Hal ini dipicu oleh fakta lapangan bahwa sebagian wilayah tersebut kini posisinya sudah berada di bawah permukaan air laut.
Meski demikian, realisasi mega proyek ini masih menghadapi tantangan besar terkait jadwal pelaksanaan. Pemerintah pusat saat ini tengah melakukan efisiensi fiskal nasional, sehingga kepastian dimulainya konstruksi fisik masih menunggu hasil kajian teknis yang lebih mendalam serta ketersediaan anggaran.
Pembangunan tanggul laut ini tidak hanya dipandang sebagai solusi teknis terhadap bencana alam, tetapi juga sebagai langkah penyelamatan ekonomi. Koridor Pantura diketahui memiliki peran vital terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan nilai kontribusi mencapai ratusan miliar dolar.
“Proyek ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memastikan keselamatan wilayah pesisir yang menjadi tempat tinggal ribuan masyarakat,” pungkas Rizal.
Hingga saat ini, pemerintah pusat melalui kementerian terkait terus mematangkan perencanaan agar Giant Sea Wall ini dapat terintegrasi dengan pengembangan kawasan industri dan infrastruktur jalan tol di sepanjang pesisir Utara Jawa.



















