PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang secara resmi memulai proyek rekonstruksi infrastruktur jalan di wilayah selatan. Fokus utama pembangunan kali ini menyasar dua jalur vital, yakni ruas Belik–Watukumpul dan Gejos–Tlagasana. Proyek yang ambisius ini ditargetkan rampung dalam waktu 120 hari kalender guna mempercepat konektivitas antarwilayah.

Langkah strategis ini diambil melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pemalang sebagai bagian dari “Rekonstruksi Ruas Jalan Paket 7”. Dengan nilai kontrak sebesar Rp 3.936.966.412 yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026, proyek ini menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur tahun ini.

Mengacu pada kondisi geografis yang menantang di wilayah selatan, DPUPR menerapkan strategi dua metode perkerasan yang berbeda:

  1. Ruas Belik – Watukumpul: Dikerjakan dengan sistem pengaspalan dua lapis. Metode ini dipilih untuk memberikan tingkat kenyamanan (smoothness) yang tinggi bagi kendaraan pribadi maupun angkutan barang yang melintas dengan intensitas padat.

  2. Ruas Gejos – Tlagasana: Menggunakan perkerasan beton semen (rigid pavement). Pemilihan beton dimaksudkan untuk menjamin stabilitas jalan di titik-titik yang memiliki daya dukung tanah rendah, sehingga jalan tidak mudah retak atau bergelombang.

Pihak rekanan, CV. Rekan Rukun Berkarya, langsung tancap gas sejak hari pertama. Pantauan di lokasi menunjukkan mobilisasi alat berat dan personel yang sangat masif. Menariknya, pengerjaan tidak hanya dilakukan pada jam kerja reguler, melainkan berlanjut hingga malam hari.

“Akselerasi pengerjaan siang dan malam ini merupakan komitmen kami untuk memenuhi target 120 hari kerja tanpa mengurangi standar kualitas,” ungkap perwakilan pelaksana proyek di lapangan.

BACA JUGA: DPUPR Pemalang Perbaiki Ruas Karangsari-Pulosari Jelang Mudik 2026

Proses pengerjaan ini juga dipantau secara ketat oleh CV. Global Disain selaku konsultan pengawas. Pengawasan melekat dilakukan mulai dari pencampuran material hingga proses penggelaran di lapangan untuk memastikan setiap jengkal jalan sesuai dengan spesifikasi teknis yang tertuang dalam kontrak.

Terisolasinya beberapa titik di Watukumpul akibat kerusakan jalan selama ini sering kali menjadi keluhan warga. Dengan dimulainya proyek ini, diharapkan hambatan logistik dapat teratasi.

BACA JUGA: DPUPR Pemalang Perbaiki Ruas Karangsari-Pulosari Jelang Mudik 2026

Sektor perkebunan dan perdagangan yang menjadi urat nadi warga Pemalang Selatan diprediksi akan mengalami peningkatan perputaran ekonomi yang signifikan. Selain itu, akses menuju fasilitas kesehatan dan pendidikan kini akan menjadi lebih cepat dan aman.

Himbauan Bagi Pengguna Jalan Selama masa konstruksi 120 hari ke depan, Dinas Terkait menghimbau masyarakat untuk bersabar dan berhati-hati saat melintasi area proyek. Pengguna jalan diminta mematuhi rambu-rambu serta arahan petugas demi menjaga keselamatan kerja dan kelancaran lalu lintas di area rekonstruksi.