
Cilacap, cminews.co.id – Ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Barat dan wilayah Kabupaten Cilacap mengikuti lomba layang-layang malam hari yang digelar di area persawahan Desa Cinyawang Kecamatan Patimuan Kabupaten Cilacap, Rabu (14/10/2026) malam.
Gelaran lomba layang-layang ini diprakarsai oleh pemuda setempat, dengan hadiah uang tunai dan hadiah hiburan.
Ketua pelaksana lomba layang-layang, Nasir Salasa, mengatakan lomba ini digelar dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda.
“Dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang diprakarsai oleh pemuda Dusun Magersari Desa Cinyawang”, ujarnya.
Ia menyebut, kegiatan ini digelar dengan menggandeng UMKM yang ada di Desa Cinyawang dan Bulupayung.


“Dengan menggandeng UMKM bisa meningkatkan perekonomian mereka. Jenis layang-layang yang dilombakan jenis papiran yang bagi sebagian orang dianggap hina, karena dibuat dari bambu dan plastik”, ucapnya.
Layang-layang jenis papiran, lanjut Nasir, saat ini harganya fantastis termurah Rp.100 ribu.
“Saat ini jenis layang-layang ini tembus Rp.5 juta per satu unitnya, dan harga termurah mencapai Rp.100 ribu. Kami gelar lomba ini, untuk mengangkat nilai jual layang-layang jenis itu”, imbuhnya.
Nasir menyebut, peserta yang sudah melakukan registrasi mencapai 550 peserta tersebar dari dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat.
“Peserta mencapai 550, dari berbagai daerah di Jawa Tengah antara lain tadi ada dari Sragen, Pemalang, Kebumen, dan wilayah Cilacap. Tak hanya itu, dari Jawa Barat pun tak sedikit peserta yang ikut meramaikan, antara lain dari Ciamis, Pangandaran, dan Kota Banjar atau wilayah priangan timur”, jelasnya.
Pemenang lomba layang-layang yang digelar di area persawahan ini, selain mendapat uang tunai jutaan rupiah juga tropy dan medali.

“Teknis lombanya adalah layang-layang yang paling lama mengudara tanpa operator atau joki, dan tali layang-layang yang ditentukan 40 meter, tanpa batasan waktu bisa juga sampai pagi, dengan hadiah jutaan rupiah, selain uang tunai ada tropy dan medali”, katanya.
Ia juga mengatakan bagi peserta yang layang-layangnya turun atau mendarat lebih awal kami berikan doorprice.
“Bagi peserta yang layang-layangnya turun lebih awal, panitia memberikan hadiah doorprice untuk tiga layang-layang yang mendarat lebih awal”, tutupnya.
Nasir berharap, dengan adanya lomba layang-layang ini, masyarakat bisa membudayakan menjadikan potensi nantinya dapat berkembang tidak hanya di wilayah Jawa Tengah saja.
Sementara itu, Kepala Desa Cinyawang, Wasikun Budianto, menjelaskan lomba layang-layang ini sebagai ajang silaturahmi para pecinta layang-layang di Jawa Tengah maupun Jawa Barat.
“Selain dalam rangka Sumpah Pemuda, lomba ini digelar sebagai ajang silaturahmi para pecinta layang-layang, tidak hanya itu, adanya perlombaan ini juga meningkatkan perekonomian warga melalui UMKM”, ucapnya.
Antusiasme warga yang menonton lomba layang-layang menjadi ladang tersendiri bagi pelaku UMKM yang berjualan di area perlombaan maupun di pinggir jalan provinsi yang menghubungkan Cilacap dengan wilayah Pangandaran atau Ciamis. (*)








