
DOGIYAI, CMI News – Suasana haru bercampur semangat menyelimuti acara pelepasan ratusan calon mahasiswa asal Kabupaten Dogiyai yang akan melanjutkan studi di Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Bandung. Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, S.Pd., M.Si., secara resmi melepas keberangkatan para pemuda harapan bangsa tersebut dengan pesan mendalam: mereka bukan lagi sekadar anak kampung, melainkan duta budaya dan intelektual bagi lebih dari 100 ribu masyarakat Dogiyai.
Kegiatan ini dilepaskan di Ruang Rapat Hotel Adamant,Wanorojo pada Rabu,14 Oktober 2026.
Dalam sambutannya yang emosional, Bupati Yudas menekankan beratnya amanah yang dipikul di pundak para mahasiswa. “Adik-adikku, hari ini kalian berangkat ke UNPAR Bandung bukan hanya sebagai anak dari mama dan bapa di kampung. Di pundak kalian ada harapan dari Lembah Kamu, Mapia, Sukikai, hingga Piyaiye. Ini adalah kebanggaan bersama,” ujar Bupati Yudas di hadapan para orang tua dan calon mahasiswa yang hadir.
Untuk membekali mental dan karakter para mahasiswa selama menempuh pendidikan di tanah rantau, Bupati Yudas menyitir tiga filosofi luhur leluhur Dogiyai sebagai pedoman hidup:
1. DOU (Melihat):
Bupati mengajak mahasiswa untuk membuka mata lebar-lebar terhadap kemajuan dunia luar. “Lihatlah teknologi, ilmu baru, dan keragaman teman-teman dari berbagai suku. Serap semua hal positif untuk dibawa pulang membangun Dogiyai,” pesannya.

2. GAI (Berpikir):
Menekankan pentingnya berpikir kritis, Bupati mengingatkan bahwa kuliah bukan sekadar mengejar ijazah. “Dogiyai butuh dokter, insinyur, guru, ahli pertanian, dan ekonom. Pikirkan selalu: ilmu apa yang kalian pelajari hari ini untuk menjawab masalah Dogiyai esok hari?”
3. EKOWAI (Bertindak):
Bupati berpesan agar mahasiswa menjaga integritas diri. “Jauhi miras, narkoba, dan pergaulan bebas. Ingat noken yang dianyam ibu kalian untuk biaya kuliah. Bertindaklah sebagai Duta Dogiyai yang santun, disiplin, dan berprestasi.”
Kepada para orang tua, Bupati Yudas berpesan untuk melepaskan anak-anak mereka dengan doa restu tulus. Ia juga menegaskan komitmen Pemkab Dogiyai untuk tidak lepas tangan, melainkan terus hadir mendampingi mahasiswa melalui program Beasiswa Dogiyai Cerdas, bantuan studi berkelanjutan, serta pendampingan intensif di asrama-asrama mahasiswa di kota-kota besar seperti Yogyakarta, Surabaya, dan Bandung.
“Pergi untuk kembali. Ilmu yang kalian cari di tanah rantau harus kembali untuk membangun honai kita, membangun Dogiyai, dan Tanah Meeuwodidee,” tutup Bupati Yudas dengan penuh haru, menggetarkan hati seluruh hadirin.
Acara pelepasan ini diakhiri dengan doa bersama demi keselamatan perjalanan dan keberhasilan studi para mahasiswa. Momen ini menjadi titik tolak penguatan tekad bagi generasi muda Dogiyai untuk kembali menjadi agen perubahan yang membawa cahaya pengetahuan bagi tanah leluhur mereka.








