Cilacap, CMI News– Keluhan yang memilukan datang dari para petani di Dusun Karag, Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Mereka menghadapi kenyataan pahit yang berulang setiap musim penghujan: ratusan hektar sawah terendam banjir dan berujung pada kerugian total akibat gagal panen.

Persoalan ini bukan barang baru. Warga mengaku sudah puluhan tahun hidup berdampingan dengan ancaman banjir, yang ironisnya disebabkan oleh kondisi Kali Tipar yang permukaannya kini lebih tinggi dari lahan sawah mereka.

“Masalah ini sudah puluhan tahun tidak tersentuh mata dan hati para pejabat terkait. Sawah selalu kebanjiran, hasil panen gagal terus,” ungkap Hadi Joyo Cakti, seorang tokoh masyarakat yang menyuarakan keluhan warga.

Kekecewaan Mendalam dan Tuntutan Keras

Setiap hujan deras, air dari Kali Tipar langsung meluap dan menggenangi sawah. Kondisi ini membuat para petani merasa tidak dihargai dan kecewa terhadap pemerintah daerah maupun pusat yang dinilai kurang memperhatikan nasib petani kecil.

Hadi Joyo Cakti tidak segan melayangkan kritik tajam kepada para pemangku kebijakan. “Di mana hati nurani kalian, wahai pejabat daerah dan pusat? Jangan hanya rapat dan survei di lapangan tanpa tindakan nyata. Apakah harus menunggu Presiden yang turun tangan?” sindirnya dengan nada kecewa.

Normalisasi sebagai Solusi Permanen

Masyarakat dan petani mendesak agar pemerintah segera turun tangan mengambil langkah konkret dan permanen, yaitu normalisasi Kali Tipar.

Mereka mendesak agar normalisasi segera direalisasikan dan melibatkan semua pihak terkait, mulai dari Pemerintah Kabupaten Cilacap (termasuk Bupati Cilacap), Dinas PSDA, Dinas Pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, hingga Kementerian PUPR melalui BBWS JATENG.

Cakupan normalisasi yang diminta warga sangat spesifik, yaitu Mulai Dari Desa Mujur Sampai Desa Karangbenda Kecamatan Adipala.

Petani berharap perhatian serius dari pemerintah dapat mengubah nasib mereka. Dengan terealisasinya normalisasi Kali Tipar, mereka berharap bisa kembali menanam tanpa khawatir sawah mereka terendam setiap tahun, sehingga dapat memutus rantai kerugian finansial yang sudah terjadi puluhan tahun. (WS-TGH)