DOGIYAI, CMI News – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Dogiyai melakukan kunjungan kerja sekaligus menyalurkan bantuan buku penunjang perpustakaan kepada sejumlah sekolah di wilayah Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Kamis (5/11/2026).
Penyaluran bantuan tersebut bertujuan memperkuat budaya membaca dan meningkatkan akses pengetahuan bagi peserta didik mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), baik negeri maupun swasta.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Dogiyai, Obet Magai, menjelaskan bahwa penyaluran buku dilakukan secara bertahap ke sejumlah perpustakaan kampung dan perpustakaan sekolah di wilayah Kabupaten Dogiyai.
“Berkaitan dengan pembagian atau penyaluran buku ke sejumlah satuan pendidikan atau sekolah-sekolah di Kabupaten Dogiyai, dua hari lalu kami sudah melakukan penyaluran buku literasi baca ke perpustakaan-perpustakaan kampung,” jelas Obet Magai.
Ia mengatakan, sehari sebelumnya, Dinas Perpustakaan juga telah melakukan penyaluran buku bacaan dan buku pelajaran kepada sejumlah satuan pendidikan di wilayah Mapia.
Sementara itu, pada Kamis (5/11/2026), pihaknya melanjutkan penyaluran buku kepada sejumlah perpustakaan sekolah di wilayah Kamuu, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK.
“Untuk hari ini, kami telah membagikan buku-buku kepada perpustakaan-perpustakaan yang ada di satuan pendidikan, mulai dari tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, hingga SMA/SMK yang ada di Kabupaten Dogiyai, baik sekolah swasta maupun sekolah negeri,” ungkapnya.
Kunjungan Langsung Temukan Kondisi Perpustakaan Sekolah
Obet Magai menyampaikan bahwa kegiatan penyaluran buku tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah untuk melihat secara langsung kondisi perpustakaan di sejumlah sekolah.
Menurutnya, kunjungan tersebut penting untuk mendorong peserta didik membudayakan kebiasaan membaca sejak tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah.
Dalam kunjungan lapangan, pihaknya menemukan sejumlah kondisi perpustakaan yang masih membutuhkan perhatian.
Beberapa sekolah telah memiliki gedung perpustakaan, tetapi belum tersedia buku bacaan. Ada pula perpustakaan yang sudah memiliki gedung dan rak buku, namun koleksi bukunya masih sangat terbatas. Selain itu, terdapat sekolah yang masih menggunakan koleksi buku lama yang telah tersedia selama puluhan tahun.
“Ketika kami turun ke lapangan, kami menemukan banyak hal. Ada sekolah yang gedung perpustakaannya sudah ada, tetapi buku-bukunya tidak ada sama sekali. Ada juga perpustakaan yang sudah memiliki gedung dan rak, tetapi bukunya tidak ada. Kemudian ada perpustakaan yang memiliki buku, tetapi buku-buku lama yang sudah puluhan tahun,” katanya.
Ia menambahkan, beberapa sekolah lainnya telah memiliki perpustakaan dan pernah menerima bantuan buku dari Dinas Pendidikan.
Obet Magai: Kunjungan Dinas Menjadi Pengalaman Baru bagi Sekolah
Obet mengatakan, kehadiran langsung Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah bersama bantuan buku mendapat sambutan positif dari pihak sekolah.
Menurutnya, sejumlah sekolah merasa kegiatan tersebut merupakan pengalaman baru karena baru pertama kali menerima kunjungan langsung dari dinas yang membidangi perpustakaan.
“Setelah ini, hampir semua satuan pendidikan merasa kaget ketika kami membawa bantuan buku-buku ini. Mereka merasa ini hal baru. Kunjungan langsung dari dinas ini baru pertama kali mereka rasakan,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama memberikan perhatian dan pemberdayaan terhadap literasi membaca di semua jenjang pendidikan.
Obet menegaskan bahwa perpustakaan sekolah merupakan mitra Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Dogiyai dalam meningkatkan budaya literasi.
“Bantuan buku yang kami berikan kepada sejumlah perpustakaan sekolah ini karena perpustakaan-perpustakaan semua satuan pendidikan itu adalah mitra dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Dogiyai. Di dinas kami ada satu bidang yang namanya Perpustakaan. Maka perpustakaan itu ada di lapangan, yaitu perpustakaan sekolah dan juga perpustakaan kampung,” jelasnya.
Bantuan Buku Bersumber dari Dana Otsus Tahun Anggaran 2025
Obet Magai menjelaskan, bantuan buku yang disalurkan kepada sejumlah perpustakaan sekolah tersebut bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2025.
Ia mengakui bahwa penyaluran bantuan mengalami keterlambatan.
Menurutnya, buku-buku tersebut telah tiba pada awal 2026, tetapi sejumlah kendala menyebabkan proses distribusi baru dapat dilakukan secara bertahap pada November tahun ini.
“Bantuan buku yang kami salurkan ini bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2025. Mengapa kami agak lambat menyalurkan buku ini? Karena buku ini telah tiba di tempat pada awal tahun 2026 dan ada sejumlah kendala yang membuat kami lambat mendistribusikan buku-buku ini ke sekolah-sekolah. Tetapi hari ini sudah berjalan terus ke sejumlah sekolah,” tuturnya.
Ia mengatakan, dalam setiap kunjungan, pihaknya diterima oleh kepala sekolah, guru-guru, serta peserta didik yang berada di sekolah masing-masing.
Ajak Semua Pihak Berperan Melawan Buta Pengetahuan
Obet Magai berharap bantuan buku tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan menghitung bagi peserta didik.
Ia mengajak Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, pihak sekolah, masyarakat, serta berbagai elemen lainnya untuk bersama-sama memperkuat gerakan literasi di Kabupaten Dogiyai.
“Harapan kami selanjutnya, dalam rangka pemberdayaan literasi membaca di tingkat Sekolah Dasar hingga SMA/SMK, mari kita sama-sama mengambil peran. Baik dari Dinas Pendidikan, kami dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, masyarakat setempat, maupun pihak-pihak sekolah,” katanya.
Menurutnya, gerakan literasi harus dimulai dari kemampuan dasar membaca, menulis, dan menghitung atau 3M.
“ Mari kita sama-sama berperan melawan buta terhadap ilmu pengetahuan, mulai dari 3M, yaitu membaca, menulis, dan menghitung. Mulai dari situ anak-anak kami belajar dari buku ini, sehingga mereka tahu dan suatu saat akan menjadi pejabat negara menggantikan kami serta menjadi orang-orang yang berguna,” ungkap Obet.
Perpustakaan Kampung Jadi Perhatian Dinas
Selain perpustakaan sekolah, Obet menyampaikan bahwa pengembangan perpustakaan kampung juga menjadi perhatian Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Dogiyai.
Ia mengatakan, sejumlah perpustakaan kampung saat ini masih memanfaatkan gereja dan balai desa sebagai tempat belajar masyarakat.
Karena itu, menurutnya, ke depan perlu ada perhatian bersama untuk menyediakan gedung, ruang belajar, serta fasilitas perpustakaan yang layak bagi anak-anak di kampung-kampung.
“Program kami ke depan adalah perpustakaan kampung. Mereka belajar di gereja-gereja dan di balai desa. Maka ini menjadi perhatian bagi dinas kami, Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, juga menjadi perhatian kita semua,” jelasnya.
Obet berharap perpustakaan kampung yang sedang dibina, termasuk 13 perpustakaan yang menjadi perhatian pihaknya, dapat memiliki tempat belajar dan fasilitas yang memadai.
Dengan demikian, anak-anak dapat membaca buku-buku bantuan yang telah disalurkan dan memperoleh lingkungan belajar yang lebih baik.
Sepuluh Sekolah Dikunjungi di Wilayah Kamuu
Dalam kunjungan kerja pada Kamis (5/11/2026), Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Dogiyai mengunjungi sejumlah sekolah di wilayah Kamuu.
Sekolah-sekolah tersebut meliputi:
1. SD YPPK Ugapuga
2. SD Negeri Inpres Muye Kebo
3. SMP Negeri Kamuu Utara
4. SD YPPGI Obayo
5. SMP YPPGI Igral Idakebo
6. SMK YPPK Yeskel Dumupa Idakebo
7. SD YPPK Goodide
8. SMA Negeri 2 Dogiyai Moanemani
9. SMK Negeri 1 Dogiyai Moanemani
10. SD YPPK Idadagi
Obet menjelaskan, masih terdapat sejumlah sekolah yang belum sempat dikunjungi karena keterbatasan waktu. Saat kegiatan berlangsung hingga sore hari, sebagian guru dan peserta didik telah meninggalkan sekolah.
Karena itu, buku-buku yang belum disalurkan sementara disimpan kembali di kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Dogiyai untuk kemudian didistribusikan kepada sekolah-sekolah yang belum menerima bantuan.
“Kami masih memiliki buku-buku di kantor.
Dalam waktu dekat kami akan menyalurkan lagi ke sekolah-sekolah yang belum sempat kami antar, karena mengingat waktu tadi sudah sampai sore dan guru-guru serta siswa sudah pulang. Maka buku-buku kami taruh kembali di kantor,” tutup Obet Magai.






