Sepiku Bukan untukmu

Sepiku bukan keinginan

Sepiku hanyalah kepasrahan

Aku menepi,

Bukan karena takut dibenci

Sendiri, adalah ketenangan diri

Bercermin membuka hati

Dalam

Renungan sepi

Semua membenci tanpa rasa empati

Aku pernah mencoba

Membuka mata, hati, dan pikiran mereka

Tapi… sanggupkah aku?

Sungguh?!

Aku tak sanggup.

Aku lemah.

Bukan karena aku kalah,

Tetapi karena fitnah

Yang menganga semakin lebar

Maka aku terdiam

Dalam dekapan malam

Hanya Tuhan yang tahu

Di mana kita digariskan

Dalam ketetapan-Nya

Mata hati mereka masih tertutup rapat

Oleh sebuah kalimat

Kepalsuan belaka

Mereka semua tak sadar!!!

Siapa yang paling Maha Mendengar!

Karena itu, aku berpasrah diri

Kepada Sang Ilahi

NURAENI