PEMALANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pemalang melalui Unit Pelaksana Jalan dan Irigasi (UPJI) Wilayah VII terus menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kualitas infrastruktur daerah. Kali ini, petugas bergerak cepat melaksanakan kegiatan pemeliharaan rutin berupa pemeliharaan jalan (“sapu lubang”) di sepanjang ruas Jalan Kendalsari – Sekuang.

Petugas UPJI Wilayah VII melakukan proses pemadatan material aspal menggunakan mesin stamper di ruas Jalan Kendalsari-Sekuang.

Kegiatan ini menyasar titik-titik kerusakan aspal yang dinilai berpotensi membahayakan para pengguna jalan. Pemeliharaan jalan dilakukan dengan metode penambalan menggunakan material campuran aspal panas yang kemudian diratakan dan dipadatkan menggunakan mesin pemadat portabel (stamper).

Selain fokus pada penambalan lubang jalan, dalam waktu yang bersamaan tim UPJI Wilayah VII juga melakukan pemangkasan rumput dan tanaman liar di sepanjang bahu jalan. Pembersihan vegetasi ini bertujuan untuk meningkatkan jarak pandang (visibilitas) pengendara serta menjaga estetika kebersihan lingkungan sekitar ruas jalan.

 

Kerja sama tim petugas saat menurunkan material aspal panas dari armada pikap ke titik jalan yang berlubang.
Proses perataan dan pengondisian awal sebelum lapisan aspal baru dipadatkan sepenuhnya.
Kepala Dinas DPU PR Kabupaten Pemalang, Joko Tri Asmoro, melalui UPJI Wilayah VII menyampaikan bahwa pemeliharaan rutin ini merupakan agenda prioritas yang dilakukan secara berkala. Melalui gerakan sapu lubang ini, diharapkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat dalam berkendara dapat meningkat signifikan, sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas akibat jalan rusak.
rambu kerucut lalu lintas (traffic cone) guna memastikan keselamatan pekerja dan pengguna jalan selama pemeliharaan berlangsung.
Mesin pemadat (stamper kodok) dikerahkan untuk memastikan hasil penambalan jalan rata dan tahan lama.

Warga sekitar menyambut baik respon cepat dari pihak DPUPR Kabupaten Pemalang ini. Dengan kondisi jalan yang kembali mulus dan bebas dari hambatan pandangan, mobilitas harian warga antardesa diharapkan dapat berjalan dengan lebih lancar dan aman.