Cikarang, CMI News — PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), perusahaan tambang milik konglomerat Prajogo Pangestu, buka suara terkait isu yang beredar mengenai rencana penawaran umum perdana saham (IPO) salah satu entitas usahanya di sektor tambang emas, yakni PT Intam.
Dalam klarifikasinya, manajemen menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rencana untuk membawa PT Intam melantai di bursa.
Klarifikasi Langsung dari Manajemen
“PT Petrindo Jaya Kreasi sebagai induk dari PT Intam menyatakan bahwa saat ini belum terdapat rencana untuk melakukan IPO terhadap PT Intam,” tegas Robertus Maylando Siahaya, Sekretaris Perusahaan CUAN, dalam pernyataan resminya, Rabu (23/7/2025).
Pernyataan ini sekaligus merespons spekulasi pasar yang sempat ramai dibicarakan seiring dengan tingginya minat investor terhadap emiten tambang emas dan logam mulia di tengah tren harga komoditas yang menguat.
Potensi Tambang Masih dalam Tahap Eksplorasi
PT Intam sendiri merupakan anak usaha dari CUAN yang bergerak di sektor tambang emas dan perak, dengan wilayah konsesi seluas 18.500 hektare di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Berdasarkan laporan tahunan CUAN tahun 2024, status proyek ini masih berada dalam tahap eksplorasi.
Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Intam berlaku hingga 21 Oktober 2035, memberikan cukup ruang waktu untuk pengembangan sumber daya sebelum memasuki fase produksi penuh atau potensi aksi korporasi lainnya seperti IPO.
Meskipun menepis kabar IPO, manajemen CUAN mengungkapkan bahwa mereka aktif mengevaluasi berbagai peluang strategis di sektor pertambangan. Mulai dari investasi, akuisisi, kerja sama usaha, hingga kemitraan strategis lainnya menjadi bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.
“Setiap peluang bisnis yang datang akan dikaji secara hati-hati. Fokus kami adalah menciptakan sinergi yang memperkuat CUAN sebagai perusahaan tambang terintegrasi nasional,” jelas Robertus.
Langkah ini mencerminkan pendekatan pertumbuhan berbasis fundamental, di mana ekspansi dilakukan secara terukur dan berkelanjutan, sesuai arah strategis perusahaan.
Dalam konteks industri tambang, langkah CUAN untuk mengedepankan eksplorasi terlebih dahulu sebelum melangkah ke IPO merupakan strategi mitigasi risiko yang umum.
IPO pada tahap eksplorasi bisa membawa risiko tinggi, terutama terkait valuasi yang belum terbentuk secara operasional.




















