Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
Cilacap

Bukan Sinetron Tukang Bubur di Cilacap Naik Haji setelah Penantian selama Enam Belas Tahun

×

Bukan Sinetron Tukang Bubur di Cilacap Naik Haji setelah Penantian selama Enam Belas Tahun

Sebarkan artikel ini

CILACAP, CMINEWS.CO.ID : Bukan sebuah sinetron tentang tukang bubur naik haji, di Cilacap seorang penjual (tukang) bubur sumsum dan bubur candil naik Haji di musim Haji 1447 Hijriah tahun 2026 setelah penantian panjang selama 16 tahun.

Adalah Sumiyati (49), seorang penjual (tukang) bubur yang kesehariannya berjualan bubur sumsum dan bubur candil di Pasar Tanjungsari Jalan Kalimantan Gunung Simping, ia merasa bersyukur bisa menunaikan rukun Islam kelima bersama ibu kandungnya, Saniyem (72), setelah menantinya selama 16 tahun lamanya.

Di lokasi jualan buburnya di los Pasar Tanjungsari Gunung Simping, Sumiyati menceritakan awal mendaftarkan Haji.

Sumiyati bersama Ibunya menunjukkan bukti administrasi keberangkatan calon Haji. (awan-cminews.co.id)

“Awal niat berhaji, saya mulai menabung dari hasil berjualan bubur, sejak 2010. Atas keinginannya mendaftarkan Haji, uang tabungan sejak 2010, Alhamdulillah bisa mendaftar Haji di tahun 2018, hingga pelunasan biaya, kami juga tetap menyisihkan hasil jualan untuk ditabung persiapan berhaji”, ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Ia sangat terharu, perasaannya ingin nangis karena bisa berangkat Haji bareng sama Ibu kandungnya tidak kabayang sama sekali.

“Pengin nangis rasanya, sudah pelunasan dan bisa berangkat bareng sama Ibu, tidak kebayang sama sekali. Semua kehendak Allah yang mendengar doa dan keinginan saya bisa menunaikan ibadah rukun Islam kelima bareng sama Ibu”, imbuhnya.

Perasaan senang dan haru, juga diungkapkan Saniyem, Ibu kandung Sumiyati, saat ditemui di rumahnya di Jalan Rinjani Kelurahan Sidanegara Kecamatan Cilacap Tengah, setelah Sumiyati selesai berjualan.

Tas calon Haji di siapkan Sumiyati bersama Ibunya. (awan-cminews.co.id)

“Perasaan saya seneng banget bisa berangkat ke Mekkah bersama anak satu-satunya. Mudah-mudahan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci diberikan sehat, Allah mudahkan semuanya. Bisa melaksanakan ibadah Haji bersama anak, itu memang yang saya harapkan, dan Allah mengabulkan doa saya”, katanya.

Selama menunggu keberangkatan hajinya, Sumiyati dan ibunya selalu menyempatkan untuk berolah raga ringan dengan berjalan kaki sekedar menjaga kebugaran tubuh.

“Untuk menjaga kebugaran tubuh saya dan Ibu rutin melaksanakan olah raga ringan dengan jalan kaki”, tutupnya.

Sumiyati bersama Ibunya masuk dalam kelompok terbang (Kloter) 76 Calon Haji dari Kabupaten Cilacap yang berangkat dari Embarkasi Adi Sumarmo Solo pada tanggal 17 Mei 2026. Perjalanan keinginan untuk berangkat Haji mereka seperti sebuah sinetron yang berjudul Tukang Bubur Naik Haji yang ditayangkan di salah satu TV beberapa tahun silam. (*)


Eksplorasi konten lain dari CMI News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





















banner
error:

Verified by MonsterInsights