
PALEMBANG, SUMATERA SELATAN – Aksi perampokan sadis mengguncang Kota Palembang. Sebuah toko kerupuk kemplang ternama milik keluarga pengusaha Suwandi di Jalan Pengadilan (Landrat) 15 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, disatroni perampok bersenjata pada Selasa malam (25/11/2025).
Peristiwa tragis ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga menelan korban jiwa. Seorang wanita yang merupakan menantu dari pemilik Kerupuk Suwandi tewas mengenaskan, sementara suaminya menderita luka tembak serius.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Upaya Pertolongan
Menurut keterangan yang dihimpun dari warga di lokasi kejadian, perampokan terjadi saat kondisi malam hari. Jumlah kerugian yang dilaporkan mencapai Rp 3 juta. Namun, kerugian materiil itu tidak sebanding dengan nyawa yang melayang.

Kekerasan pecah ketika suami korban, anak dari pengusaha Suwandi, diduga berupaya memberikan perlawanan atau menolong istrinya. Bukannya mengurungkan niat, pelaku perampokan justru bertindak brutal.
“Suami korban ingin menolong korban, namun oleh pelaku istrinya malah digorok hingga tewas,” ujar seorang warga yang merekam peristiwa tersebut dan videonya beredar luas di media sosial.
Setelah menghabisi nyawa sang istri dengan kekejaman, pelaku juga dilaporkan menembak suaminya. Kondisi pria yang tertembak tersebut hingga berita ini diturunkan masih belum diketahui pasti, namun diperkirakan luka yang diderita cukup serius.
Pasca-kejadian, ruko milik keluarga pengusaha Suwandi langsung dipenuhi warga yang terkejut dan prihatin. Pihak kepolisian dari Polrestabes Palembang segera tiba di lokasi kejadian.
Terlihat dalam video yang beredar, area sekitar tempat kejadian perkara (TKP) telah diberi garis polisi untuk proses identifikasi dan pengumpulan barang bukti. Tim Inafis dan penyidik langsung melakukan olah TKP intensif guna melacak jejak pelaku kejahatan.
Saat ini, fokus utama kepolisian adalah memburu pelaku yang diketahui bertindak keji dan dilengkapi dengan senjata api. Publik Palembang berharap agar pelaku perampokan sadis ini segera tertangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku.








