
Pihak sekolah mengaku sangat terpukul mengingat identitas pelaku. Selama ini, DRA dikenal sebagai siswa berprestasi dengan rekam jejak kepemimpinan yang baik dan kepribadian yang santun.
“Kami sangat tidak menyangka. Yang bersangkutan adalah siswa yang sangat tertib dan menjabat sebagai Ketua OSIS. Kejadian ini benar-benar mengejutkan seluruh jajaran pengajar,” ujar NF, selaku perwakilan hubungan masyarakat sekolah tersebut.
Fokus utama sekolah saat ini telah beralih sepenuhnya pada perlindungan dan pemulihan mental para korban. Langkah-langkah strategis yang telah dilakukan antara lain: Melakukan konseling privat bagi 17 siswi terdampak didampingi guru BK dan psikolog dari Dinas Sosial Kabupaten Pemalang, Memastikan para korban tetap dapat bersekolah tanpa mengalami perundungan (bullying) atau sanksi sosial dari lingkungan sekitar, serta memperketat edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan teknologi AI dan pengawasan penggunaan gawai di area sekolah.












