Kasus ini mulai terendus pada Senin (4/5/2026). Awalnya, seorang saksi menemukan galeri penyimpanan di ponsel milik pelaku yang berisi koleksi foto-foto siswi sekolah setempat. Namun, foto-foto tersebut telah dimanipulasi sedemikian rupa menggunakan perangkat lunak AI hingga menyerupai tanpa busana, dikutip dari emsatunews.co.id, Kamis (7/5).
Berdasarkan pemeriksaan internal, terdapat sedikitnya 17 siswi yang menjadi korban manipulasi digital tersebut. Meskipun pelaku berdalih konten tersebut hanya untuk koleksi pribadi, pihak sekolah menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran moral dan hukum yang mencederai martabat institusi.












