CMI News, Pemalang – Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Purana, Pemalang, hingga saat ini masih memanas. Namun sepertinya masyarakat Desa Purana akan mendapatkan nafas lega, lantaran Kepala UKP Pemalang buka suara alasannya mengapa dirinya tak sependapat terkait TPA Purana.
Kepala UKP Pemalang
Kepala Unit Kebersihan Persampahan (UKP) Kabupaten Pemalang Kuntoyo, menyatakan bahwa TPA pesalakan masih bisa digunakan 10 – 15 tahun kedepan.
Baca Juga:ย TPA Purana Memanas: Ibu-ibu Desa Purana Ancam Buka Baju!!
Tolak Keras! Kyai Sepuh dan Tokoh Masyarakat Desa Purana Bersatu Lawan Pembangunan TPA
Menurutnya, dari hasil survei menunjukkan bahwa lahan penampungan sampah di kabupaten Pemalang masih layak untuk menampung sampah-sampah di wilayah tersebut.
โMelalui survei -survei, ketersediaan lahan, saya Ditempat Pembuangan Akhir (TPA) Pesalakan masih sangat layak menampung sampah-sampah di kabupaten Pemalang,โ ucap Kepala UKP Pemalang di meja kerjanya, pada Kamis (6/6/2024).
Menyikapi permasalahan beberapa tahun lalu, masyarakat Desa Pegongsoran pernah melakukan unjuk rasa terhadap TPA tersebut. Namun melalui pendekatan komunikasi dengan tokoh masyarakat, situasi kini telah kondusif.
โJadi tahun lalu pernah terjadi gejolak penolakan, dari pihak masyarakat, akan tetapi kami sudah melakukan upaya pendekatan secara humanis, jadi sekarang sudah kondusif,โ terangnya.
Selain itu, pihak DLH melalui Subbidang UKP berencana bekerja sama dengan investor untuk mengolah sampah menjadi briket.
Upaya ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Pegongsoran.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













