Pemalang, CMI News – Protes terhadap pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Purana, Pemalang, Jawa Tengah semakin memanas. Sejumlah ibu-ibu di desa tersebut mengancam akan membuka baju sebagai simbol penolakan mereka terhadap proyek tersebut.
Hal itu diungkapkan oleh para ibu-ibu yang merupakan warga Desa Purana, Bantarbolang. Sebelum acara sosialisasi Pembangunan Tempat Pengelolaan Akhir (TPA ) sampah di Desa Purana dimulai.
Sebelumnya, Kantor Desa Purana pernah digeruduk ratusan warga masyarakat setempat dan Pedagung yang mayoritas bapak-bapak, ibu-ibu dan pemuda. Namun pada aksi kali ini terlihat berbeda, terlihat dalam pantauan awak media kebanyakan ibu-ibu dan anak-anak.
Mereka para ibu-ibu mengancam buka baju dan akan tidur di jalan raya yang di lewati oleh kendaraan. Apabila Pemerintah Daerah tetap berupaya untuk membangun TPA di wilayahnya.
” Apa perlu kami berbuat anarkis ya kita akan tidur di jalan raya untuk menolak pembangunan TPA di desa kami bila perlu kita semua akan buka baju,” (telanjang/red),” jelas salah satu perserta demo yang di dominasi emak-emak dan anak kecil, pada Rabu (29/5/2024) di Balai Desa Purana.
Warga menyampaikannya kepada media bahwa, mereka mencari nafkah yang mayoritas dipinggir kali (material pasir).













