
New Orleans diguncang tragedi pada perayaan Tahun Baru ketika seorang veteran Angkatan Darat Amerika Serikat, Shamsud-Din Jabbar (42), menabrakkan truk ke kerumunan di kawasan Bourbon Street, French Quarter. Insiden ini menewaskan sedikitnya 15 orang, termasuk pelaku, dan melukai sejumlah lainnya. FBI menyebut aksi ini sebagai tindakan terorisme yang terencana, meski pelaku bertindak sendirian.
Dukungan kepada ISIS
Menurut pernyataan FBI pada Kamis (2/1/2025), Jabbar sebelumnya mengunggah lima video di Facebook, menyatakan kesetiaannya kepada kelompok teroris ISIS. Video yang diunggah antara pukul 01.29 hingga 03.02 dini hari itu berisi deklarasi dukungannya dan rencana aksi yang akan dilakukannya.
“Dalam video pertama, Jabbar mengungkapkan bahwa dia sempat mempertimbangkan untuk melukai keluarga dan teman-temannya. Namun, dia memutuskan melakukan serangan publik untuk menarik perhatian pada perang antara orang-orang beriman dan orang-orang kafir,” ujar Christopher Raia, Wakil Asisten Direktur FBI.
FBI mengonfirmasi bahwa Jabbar mengklaim telah bergabung dengan ISIS sebelum musim panas 2024. Dalam salah satu videonya, dia juga menyampaikan surat wasiat, yang menunjukkan bahwa tindakannya telah direncanakan dengan matang.

Pelaku dengan Latar Belakang Militer
Jabbar adalah seorang veteran Angkatan Darat yang pernah bertugas di Afghanistan dari Februari 2009 hingga Januari 2010. Dia mengakhiri karir militernya pada Juli 2020 dengan pangkat sersan staf. Setelah meninggalkan dinas militer, Jabbar bekerja di sektor real estate di Houston, Texas.
“Jabbar adalah contoh bagaimana seseorang yang pernah melayani negara dapat menjadi radikal. ISIS terus merekrut simpatisan secara daring meski kekuatan mereka telah melemah di medan perang,” tambah Raia.
Korban Serangan
Serangan itu mengakibatkan kematian tragis, termasuk seorang ibu yang baru saja pindah rumah setelah promosi pekerjaan, seorang atlet pelajar yang tengah menikmati liburan, dan seorang calon perawat muda dari Mississippi. Dua petugas polisi juga terluka akibat tembakan yang dilepaskan Jabbar sebelum dia ditembak mati di tempat kejadian.
Pengamanan Ditingkatkan di Seluruh AS
Tragedi ini memicu peningkatan keamanan di berbagai kota besar di Amerika Serikat. Otoritas di New York, termasuk di Trump Tower dan Times Square, serta Washington D.C., telah memperketat pengamanan menjelang sejumlah acara besar, seperti sertifikasi kemenangan pemilu presiden pada 6 Januari dan pelantikan presiden terpilih Donald Trump pada 20 Januari.
FBI menyatakan bahwa tidak ada indikasi keterkaitan antara serangan di New Orleans dengan insiden lain di Las Vegas pada hari yang sama. Di Las Vegas, sebuah Tesla Cybertruck berisi kaleng bensin dan mortir kembang api meledak di luar Trump International Hotel, menambah ketegangan nasional.
Serangan yang dilakukan oleh Jabbar menunjukkan ancaman yang terus dihadapi dari individu-individu yang teradikalisasi secara daring. Meskipun bertindak sendirian, dampak yang ditimbulkan sangat besar, menciptakan ketakutan di tengah masyarakat. FBI dan otoritas lokal kini terus berupaya memastikan keamanan publik, terutama di tengah ketegangan politik dan sosial yang semakin memanas.






