
CMI News – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Kamis (27/11/2025) dengan sentimen positif. Indeks dibuka naik 9,2 poin atau 0,11% ke level 8.611,33. Namun, euforia pembukaan tidak bertahan lama. Beberapa menit berselang, IHSG kembali melemah dan terpeleset ke zona merah, meninggalkan level psikologis 8.600.
Pada awal perdagangan, tercatat 262 saham naik, 226 turun, dan 473 stagnan. Aktivitas pasar cukup ramai dengan nilai transaksi Rp 2,01 triliun, melibatkan 3,69 miliar saham dalam lebih dari 220 ribu transaksi.
Perdagangan Dua Saham yang Sempat Disuspensi Kembali Dibuka
Bursa Efek Indonesia juga membuka kembali perdagangan dua saham yang sebelumnya disuspensi, yaitu:
PT Nursa Raya Cipta Tbk (NRCA)

PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM)
Pembukaan suspensi ini menambah dinamika perdagangan di sesi pertama hari ini.
IHSG Cetak Rekor, Target 9.000 Kian Mendekat
Sebelum terkoreksi, IHSG sempat mencetak rekor tertinggi barunya dengan menembus level 8.600. Capaian ini semakin memperkuat optimisme bahwa indeks domestik bisa menyentuh level 9.000 pada akhir tahun.
Optimisme ini bukan tanpa dasar. Baik Bursa Efek Indonesia maupun Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai peluang IHSG menuju 9.000 masih terbuka lebar, ditopang oleh:
Fundamental ekonomi yang kuat
Kinerja emiten yang solid hingga kuartal IV 2025
Partisipasi investor ritel yang terus meningkat
Di tengah tren positif ini, minat investor terhadap sektor-sektor defensif hingga komoditas juga menunjukkan penguatan.
Namun Kekhawatiran Masih Mengintai
Meski optimisme tinggi, sejumlah pelaku pasar tetap berhati-hati. Kekhawatiran mengenai potensi bubble, ketidakpastian global, dan isu geopolitik seperti ancaman Perang Dunia III masih menjadi faktor yang membayangi pergerakan indeks.
Kondisi tersebut membuat pergerakan IHSG sering volatil: kuat di pembukaan, tetapi mudah terkoreksi karena aksi ambil untung jangka pendek maupun sentimen global.






