LPEMALANG – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pemalang sejak Sabtu (31/1) malam, menyebabkan sejumlah titik di kawasan pusat kota dan pemukiman warga terendam banjir. Hingga Minggu (1/2) dini hari, debit air dilaporkan masih tinggi di beberapa wilayah terdampak.

Banjir mulai menggenangi jalanan dan rumah warga sejak pukul 21.00 WIB setelah hujan tak kunjung reda selama lebih dari lima jam. Wilayah terdampak paling parah meliputi Kelurahan Kebondalem, Kelurahan Pelutan, serta kawasan Citywalk di jalan protokol Pemalang. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai lutut orang dewasa di titik-titik rendah.

Kondisi ini dipicu oleh volume air hujan yang melebihi kapasitas drainase kota, sehingga air meluap ke jalanan dan masuk ke pemukiman. Di Kelurahan Pelutan, air dilaporkan telah memasuki teras hingga ruang tamu rumah warga. Sementara di Kebondalem, buruknya sistem pembuangan air membuat genangan sulit surut meski intensitas hujan mulai menurun pada tengah malam.

Banjir ini mengakibatkan aktivitas warga lumpuh total. Banyak pengendara sepeda motor yang nekat menerobos genangan berakhir dengan kendaraan yang mogok. Situasi terkini bahkan ramai diperbincangkan di media sosial melalui siaran langsung (live streaming) warga yang memperlihatkan kondisi terkini di lapangan.

Warga diimbau untuk tetap waspada, segera mengamankan peralatan elektronik, dan mematikan aliran listrik di area yang terendam guna menghindari risiko korsleting listrik.