Februari 2026: terkoreksi 34 ringgit ke RM 4.417/ton
Pergerakan ini menegaskan tren bearish jangka pendek yang masih membayangi harga CPO.
Faktor Penekan Harga
Mengutip Bernama, analis pasar minyak sawit David Ng menilai sentimen utama masih berasal dari proyeksi peningkatan produksi. Pasokan yang lebih melimpah berpotensi menekan harga jual di tengah ketidakpastian permintaan global.
โKami melihat level support berada di RM 4.350 per ton dan resistance di sekitar RM 4.500 per ton,โ jelas David Ng.
Selain faktor produksi, harga CPO juga kerap dipengaruhi pergerakan minyak nabati lain seperti minyak kedelai dan minyak bunga matahari. Jika harga komoditas substitusi tersebut melemah, tekanan biasanya ikut menular ke CPO.
Implikasi Bagi Pasar dan Pelaku Usaha
Bagi eksportir, tren pelemahan harga CPO bisa menekan margin keuntungan, terutama di tengah kompetisi ketat dengan minyak nabati lain di pasar internasional. Sementara bagi konsumen industri makanan, oleokimia, hingga energi (biodiesel), harga yang lebih rendah bisa menjadi peluang menekan biaya produksi.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















