Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
Kriminal

Gangster Dibayar Rp 5-8 Juta per Bulan untuk Picu Tawuran: Ancaman Baru di Tengah Masyarakat

×

Gangster Dibayar Rp 5-8 Juta per Bulan untuk Picu Tawuran: Ancaman Baru di Tengah Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Semarang, CMI News – Munculnya fenomena baru di tengah masyarakat, di mana kelompok gangster diberi bayaran bulanan untuk melakukan aksi tawuran, telah menimbulkan kekhawatiran luas.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak kepolisian Polrestabes Semarang dan sumber-sumber lain, Para anggota gangster ini dilaporkan menerima bayaran antara Rp 5 juta hingga Rp 8 juta per bulan.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Uang tersebut diduga berasal dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan untuk menciptakan instabilitas sosial atau sekadar ingin menanamkan pengaruh di wilayah tertentu.

” Kurang lebih terima 5-8 juta perbulan. Kemudian aksi (tawuran) tersebut dilakukan kira-kira mengalihkan pengamanan Pilkada. Mereka juga diminta kompensasi untuk memposting judol di akun akun gangster di Kota Semarang,” ungkap Irwan saat jumpa pers di Polrestabes Semarang, Rabu (23/10/2024).

Uang tersebut digunakan oleh para pelaku untuk membeli minuman keras, menyewa vila hingga membeli peralatan tawuran.

Dia juga mengatakan, aliran dana ini terungkap setelah pihaknya menemukan banyak kejanggalan terhadap maraknya aksi tawuran, hingga pengerahan anak SMK di aksi demo mahasiswa beberapa waktu lalu. Ujar Irwan

“Peristiwa-peristiwa itu sudah dicermati, sudah diskema, sudah mapping dan semua dilakukan, kami duga untuk mengalihkan fokus pengamanan untuk Pilkada,” imbuhnya

Ia menjelaskan, dalam pengembangan kasus tawuran, ditemukan tiga orang admin medsos dari gangster yang terafiliasi dengan judol.

Mereka adalah Muhammas Iqbal Samudra (22) warga Bandarharjo Semarang, Muhammad Alfin Harir (19) warga Bangetayu Wetan, dan Sandy Wisnu Agusta (23) warga Pringgodani Semarang. Pungkas Irwan

 

Baca Juga : Gerombolan Gangster Semarang Bikin Resah, Seorang Pengendara Motor Dibacok

Modus Operandi Terorganisir Gangster

Aksi tawuran yang sebelumnya dianggap sebagai perilaku spontan dan tak terorganisir, kini berubah menjadi aktivitas yang lebih sistematis. Para anggota gangster dikoordinasikan oleh pihak tertentu dan diberikan instruksi untuk memicu konflik dengan kelompok lain. Tawuran ini sering kali dipicu oleh alasan-alasan sepele, namun berujung pada kerusuhan besar yang meresahkan masyarakat.









error:
Verified by MonsterInsights