
Aksi Brutal Geng Motor Kembali Menelan Korban di Jalan Danasari, Masyarakat Geram dan Tuntut Tindakan Nyata dari Aparat
PEMALANG, CMI News – Rasa aman masyarakat Pemalang kembali diusik oleh aksi kriminalitas jalanan yang diduga dilakukan oleh kelompok geng motor. Insiden brutal terbaru menimpa seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berinisial DLR di Jalan Danasari, sebuah ruas vital yang menghubungkan pusat kota dengan Terminal Induk Pemalang.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin, 3 November 2025, sekitar pukul 18.00 WIB, meninggalkan luka fisik serius pada korban dan trauma mendalam bagi seluruh warga Pemalang.
Kronologi Kejadian
DLR, siswa kelas 9 dari SMP PGRI 3 Taman, dikenal sebagai sosok yang ceria, berprestasi, dan aktif di sekolah. Namun, masa depannya kini terancam setelah menjadi korban keganasan kelompok kriminal jalanan.
Menurut keterangan saksi mata yang merupakan teman korban, DLR saat itu sedang berboncengan mengendarai sepeda motor. Mereka berniat membeli makanan ringan di sebuah warung. Di tengah perjalanan, mereka tiba-tiba dihadang oleh sekelompok pengendara motor yang diperkirakan berjumlah belasan orang, diduga kuat anggota geng motor yang kerap meresahkan Pemalang.

Tanpa ampun, para pelaku langsung melakukan penyerangan. Dengan beringas, mereka mengayunkan senjata tajam ke arah korban secara membabi buta. DLR mengalami luka bacok yang cukup dalam di beberapa bagian tubuhnya, termasuk lengan dan punggung. Sementara temannya selamat dari luka fisik, ia menderita trauma psikologis yang mendalam dan belum berani keluar rumah.
Warga sekitar yang mendengar teriakan minta tolong segera memberikan pertolongan pertama. Korban lantas dilarikan ke rumah sakit terdekat menggunakan mobil patroli polisi yang kebetulan melintas.
“Sesampainya di rumah sakit, DLR langsung mendapatkan penanganan medis intensif. Namun, hingga saat ini, kondisi korban masih belum stabil dan membutuhkan perawatan intensif,”.
Pihak kepolisian segera melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan barang bukti. Meskipun beberapa saksi mata telah dimintai keterangan untuk mengungkap identitas dan motif pelaku, hingga berita ini disusun, pihak kepolisian belum berhasil menangkap satu pun pelaku dan masih terus melakukan pengejaran.
Insiden ini sontak memicu gelombang kemarahan di kalangan masyarakat. Berbagai elemen, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga organisasi kepemudaan, mengecam keras tindakan brutal geng motor yang dinilai telah merusak kedamaian dan menciptakan rasa takut.
Ormas 234 Solidarity Community (SC) Pemalang, melalui Ketuanya Yogo Darminto SH, turut angkat bicara: “Kami mengutuk keras tindakan keji yang dilakukan oleh kelompok geng motor tersebut. Mereka telah merusak kedamaian dan ketertiban di Kabupaten Pemalang, serta menciptakan rasa takut dan tidak aman dan mengancam masa depan generasi muda Pemalang.”
Masyarakat Pemalang kini menuntut aparat penegak hukum (APH) bertindak cepat, tegas, dan profesional dalam menangani kasus ini, serta memberikan hukuman seberat-beratnya kepada para pelaku untuk memberikan efek jera dan mencegah tragedi serupa terulang.








