“Saat terjadi gempa, mereka berada pada titik kumpul 1, yaitu halaman sekolah, dan melakukan 4 B, selanjutnya jika ada peringatan tsunami, titik kumpul berada di Gedung Akademi Maritim Nusantara (AMN)”, jelasnya.
Menurut Endro, sebum melaksanakan simulasi, sekolah telah mempersiapkan beberapa hal, diantaranya, Standar Operational Procedure (SOP) Bencana di Sekolah, Kajian resiko, Peta resiko sekolah, Early Warning System (EWS), Rencana evakuasi dan Skenario Simulasi Gempa dan Tsunami d Sekolah.
“Siap Menuju Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), dengan menerapkan 3 pilar SPAB yaitu Fasilitas Sekolah Aman, Manajemen Pengurangan Resiko sebagai pilar 2, dan terakhir pilar 3 adalah Pendidikan Pengurangan Resiko Berencana. Ayo kita siaga, Kalau kita Siaga, Pasti tidak Takut lagi”, tutupnya.



















