“Kalau yang suratnya langsung kesini (Sekretariat DPC PDI Perjuangan Pemalang) saya tidak paham tapi saya baru tahu tadi karena diajak ketemu Pak Ketua DPC,” terangnya.
Sebelumnya diberitakan, Dugaan mark-up dan ternak fiktif dalam program bantuan dana untuk kelompok tani ternak di Pemalang, Jawa Tengah, telah menggemparkan masyarakat. Kasus ini pun telah dilaporkan ke Polda Jawa Tengah oleh Ketua Umum Center Media Independent (CMI) bersama Aliansi Tokoh Masyarakat Pemalang (ATM) untuk mendapatkan keadilan.
Berdasarkan laporan, dana bantuan yang diberikan kepada kelompok tani ternak di Pemalang diduga telah disalahgunakan untuk kepentingan pribadi oleh oknum tertentu. Diduga terjadi mark-up harga ternak dan pembelian ternak fiktif yang mengakibatkan kerugian bagi kelompok tani ternak.
Dugaan Mark-Up Bantuan Ternak
Tim Aliansi Tokoh Masyarakat (ATM) bersama ketua umum Perkumpulan Wartawan Center Media Independent (CMI). Terkait dana Pokir tersebut digunakan untuk membeli ternak sapi dan kambing. Namun, jumlah ternak yang sebenarnya tidak sesuai dengan yang dilaporkan.
Berbekal aduan masyarakat melakukan mereka melakukan analisa, investigasi dan survei lokasi ke Kelompok tani ternak yang menerima bantuan pokok pikiran anggota dewan perwakilan rakyat daerah( DL).



















