PEMALANG, CMI News ā Pelaksanaan proyek pembangunan infrastruktur di Desa Kramat, Kecamatan Pemalang, kini berada di bawah sorotan tajam masyarakat. Dua proyek besar yang didanai melalui Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Tengah senilai total Rp250 juta diduga dikerjakan menyimpang dari spesifikasi teknis dan mengabaikan prinsip transparansi publik.
āDrainase Rp150 Juta: Material Bekas dan Pindah Lokasi
āProyek pertama yang menjadi temuan adalah pembangunan drainase MD30 dengan anggaran sebesar Rp150 juta. Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, proyek ini diduga mengalami “cacat lokus” atau pemindahan lokasi pengerjaan dari titik yang telah ditetapkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) tanpa prosedur berita acara yang jelas.
āSelain masalah lokasi, kualitas pengerjaan pun dipertanyakan. Warga menemukan indikasi penggunaan pasir berkualitas rendah dan penggunaan kembali material batu lama (bekas) dalam konstruksi drainase tersebut. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa bangunan tidak akan bertahan lama dan hanya menghamburkan uang negara.


















