
Cilacap, cminews.co.id : Operasi SAR hari ke-10 secara resmi ditutup, dan masih terdapat 2 korban yang diikhlaskan keluarga melalui koordinasi dan evaluasi mendalam, Sabtu (22/11/2025).
Kepala Kantor SAR Cilacap, selaku SAR Mission Coordinator, Muhamad Abdullah, mengatakan, atas nama Basarnas mohon maaf jika ada kesalahan operasi SAR.
“Seluruh masyarakat Indonesia, kami atas nama keluarga besar Basarnas, Kantor SAR Cilacap yang telah disupport dalam pelaksanaan operasi SAR tanah longsor di Desa Cibeunying Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap oleh Kantor SAR Yogyakarta, Kantor SAR Semarang, TNI Polri dan seluruh potensi SAR, mohon maaf yang sebesar-besarnya dalam pelaksanaan operasi SAR tentunya ada hal yang tidak kami sengaja, Operasi SAR hari ke-10 ini kami nyatakan selesai dan ditutup”, ujarnya.

Ia menyebut 2 korban tidak ditemukan berada di worksite A1 dan B1. Penutupan dilakukan pada hari ke-10 pencarian setelah semua upaya maksimal dikerahkan dan tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Keputusan ini diambil setelah melalui koordinasi dan evaluasi mendalam dengan pihak keluarga korban dan pemerintah daerah.

“Meskipun kami sangat berharap dapat menemukan semua korban, namun sesuai prosedur dan mempertimbangkan batas waktu efektif pencarian kami harus mengambil keputusan berat ini”, imbuhnya.
Secara spesifik, lanjut Muhamad Abdullah, jangka waktu standar operasi SAR dan penghentiannya diatur lebih lanjut salah satunya merujuk pada ketentuan yang terdapat dalam Peraturan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Peraturan Basarnas) yang pada umumnya menetapkan bahwa penyelenggaraan operasi SAR dilaksanakan paling lama 7 hari, namun operasi dapat diperpanjang apabila ditemukan tanda-tanda atau petunjuk kuat adanya korban atau atas pertimbangan tim di lapangan.

“Tim SAR gabungan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang belum ditemukan dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam operasi SAR ini. Maka dengan ini operasi SAR longsor Majenang dinyatakan selesai dan seluruh unsur SAR dikembalikan ke kesatuannya masing-masing”, tutupnya.
Operasi SAR longsor Majenang melibatkan personel Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan telah bekerja keras selama sepuluh hari di lokasi bencana.
Longsor yang terjadi pada Kamis (13/11), pukul 20:00 WIB, menimbun sedikitnya 23 orang. Hingga penutupan operasi SAR, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 21 korban, 2 korban masih belum ditemukan yaitu Maysarah Salsabila (14) di worksite A1, putri dari bapak Parkim dan Vani Hayati (12) keluarga dari bapak Irwanto di worksite B1.

Sebagai bentuk penghormatan dilakukan tabur bunga dan pelaksanaan Sholat Ghaib serta doa bersama mewarnai penutupan operasi SAR longsor Majenang.
Sementara itu, Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rachman menyampaikan keluarga telah mengikhlaskan operasi SAR ditutup.
“Sejak tadi malam hingga pagi kami berdialog dengan keluarga dan mengikhlaskan operasi SAR ditutup sudah ada surat pernyataan juga”, ungkap Syamsul.
Pemkab Cilacap mempercepat relokasi warga yang terdampak. Telah disiapkan lahan seluas 3,9 hektare untuk hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) warga terdampak longsor Majenang. (*)








