PEMALANG – Musibah tanah longsor melanda Dusun Siranti, Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, pada Minggu pagi (25/1/2026).

Akibat peristiwa tersebut, dua orang petani dilaporkan tertimbun material tanah dari perbukitan yang runtuh menimpa area persawahan.

Peristiwa bermula saat wilayah Kecamatan Watukumpul diguyur hujan dengan intensitas tinggi secara terus-menerus selama sepekan terakhir.

Kondisi tanah yang jenuh air memicu pergerakan tanah di area perbukitan Dusun Siranti.

Sekitar pukul 06.00 WIB, dua orang warga, yakni Hamim (50) dan Aksinudin (40), berangkat menuju lahan garapan mereka di area Perhutani untuk melakukan aktivitas pertanian rutin. Namun, pada pukul 06.30 WIB, bukit yang berada tepat di atas ladang tiba-tiba longsor dan menimbun kedua korban yang sedang bekerja.

Saksi mata, Mutmainah (50), yang berada tidak jauh dari lokasi segera meminta pertolongan warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Pemerintah Desa Bongas.

Mendapat laporan tersebut, Babinsa Koramil 12 Watukumpul, Sertu Sayik, langsung bergerak ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Bersama warga setempat, personel TNI melakukan upaya pencarian awal menggunakan peralatan seadanya seperti cangkul dan sekop.

Pihak pelapor menyebutkan bahwa proses evakuasi menghadapi kendala besar di lapangan.

“Pencarian korban saat ini masih dilakukan secara manual oleh warga. Penggunaan alat berat tidak memungkinkan untuk dikerahkan ke lokasi karena akses jalan menuju TKP hanya berupa jalan setapak yang sempit,” jelas Sertu Sayik kepada CMI News.

Selain dua korban jiwa yang hingga saat ini masih dalam proses pencarian, longsor ini juga mengakibatkan kerusakan pada lahan milik Perhutani serta area pertanian warga.

Pihak Pemerintah Desa telah melaporkan musibah ini kepada Forkopimcam Watukumpul guna koordinasi lebih lanjut dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menjauhi area rawan longsor, mengingat curah hujan di wilayah Watukumpul masih cukup tinggi dan berpotensi memicu longsor susulan.

Perkembangan terkait upaya pencarian dan penemuan korban akan terus dilaporkan secara berkala dari lokasi kejadian.