Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
BeritaDAERAHHeadlineJAWA TENGAHMahasiswaNasionalNEWSPilkada 2024

Demo Tolak RUU Pilkada Di Semarang Ricuh, Berikut Faktanya

×

Demo Tolak RUU Pilkada Di Semarang Ricuh, Berikut Faktanya

Sebarkan artikel ini
Demo Massa mahasiswa menolak RUU Pilkada di gedung DPRD Jateng
Demo Massa mahasiswa menolak RUU Pilkada di gedung DPRD Jateng

Beberapa menit kemudian, massa kembali mendorong pagar hingga akhirnya jebol. “Kita mau menduduki rumah rakyat secara kondusif,” kata orator di mobil komando.

3. Massa Mahasiswa Gabungan

Ketua BEM Undip, Farid Darmawan, menyatakan aksi tersebut dilakukan untuk menolak RUU Pilkada. Sekitar seribu mahasiswa dari berbagai universitas seperti Undip, Unnes, UIN Walisongo, hingga Unwahas hadir dalam aksi tersebut.

“Kami mendesak untuk DPR RI untuk membatalkan RUU Pilkada. Kedua, kami mendesak untuk KPU jalankan amanah dari MK, bahwasanya terkait keputusan pilkada tentunya yang kemarin MK berupaya untuk menunjukkan marwahnya kembali tapi ini dicegahi, dan juga kami menolak praktik nepotisme, praktik politik dinasti, yang mana ini banyak dilakukan oleh rezim saat ini,” ujarnya.

4. Tembakan Water Cannon-Gas Air Mata

Polisi menembakkan water cannon hingga gas air mata untuk memukul mundur massa yang sempat merangsek masuk ke halaman usai menjebol pagar DPR Jateng.
Sekitar pukul 13.20 WIB, polisi berupaya mendorong massa untuk mundur ke batas pagar DPRD Jateng. Sempat terjadi saling dorong antara massa dengan petugas.

Upaya polisi mendorong massa diawali dengan tembakan water canon ke arah massa. Diikuti dengan sejumlah tembakan gas air mata yang menyebar hingga ke Jalan Menteri Supeno dan Taman Indonesia Raya.

Tembakan gas air mata ini membuat massa mahasiswa mundur. Kerumunan pun buyar karena massa berlarian menghindari tembakan gas air mata. Kericuhan ini berlangsung selama kurang lebih 1 menit.

5. Mahasiswa Dilarikan ke Rumah Sakit

Massa mahasiswa membubarkan diri usai didesak mundur polisi. Perwakilan massa dari PMKRI Semarang, Natael Bremana, menyebut beberapa mahasiswa mengalami sesak napas hingga beberapa dilarikan ke rumah sakit.


Eksplorasi konten lain dari CMI News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





















banner
error:

Verified by MonsterInsights